Nonton Bareng Film G30S PKI, Ini Tanggapan Pangdam XVIII/Kasuari

Manokwari – Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau bersama Kasdam XVIII/Kasuari Brigjen TNI Dedi Sambowo, Para Asisten, Kabalak serta seluruh Prajurit dan PNS Kodam XVIII/Kasuari bersama Masyarakat Manokwari menyaksikan acara Nonton Bareng (Nobar) Film Penghianatan G30S PKI, bertempat di Aula Makodam XVIII/Kasuari Jln. Arfai-Andai Distrik Arfai Kab. Manokwari Prov. Papua Barat, Rabu (20/09/17).

Pelaksanaan Nobar ini Selain di Makodam XVIII/Kasuari juga digelar di Satuan Jajaran Kodam XVIII/Kasuari dengan maksud agar mengingatkan kembali kepada generasi muda tentang fakta-fakta sejarah perjuangan bangsa Indonesia sehingga nilai-nilai Pancasila dapat tetap berkobar di Jiwa para generasi penerus.

Pelaksanaan Nobar yang digelar di Makodam XVIII/Kasuari di hadiri sebanyak 800 penonton yang terdiri dari Prajurit TNI, PNS Kodam XVIII/Kasuari serta Masyarkat Manokwari yang sangat antusias dalam menyaksikan film Penghianatan G30S PKI.

Dalam sambutan Pandam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau menyampaikan tujuan diadakannya Nobar film ini untuk mengingat kembali dan memberikan gambaran kepada para pemuda tentang PKI dan Ideologi Komunis yang ingin menghilangkan kehidupan beragama di Indonesia melalui pemberontakan dan Penghianatan terbesar dan berdarah di Indonesia yang banyak memakan korban baik TNI dari pangkat rendah sampai Jenderal serta ulama dan Masyarakat.

Selain itu Pangdam juga menyampaikan dimasa sekarang banyak keturunan PKI yang ingin memutar balikkan fakta sejarah seolah-olah PKI sebagai korban dan berusaha untuk mencabut Tap MPR No.25 serta menuntut pemerintah meminta maaf kepada PKI dan keturunannya, sehingga patut di waspadai.

Di Akhir sambutannya Pangdam juga menyampaikan akan direncanakan untuk memutar film ini ditempat-tempat terbuka degan mengundang anak-anak dan para generasi muda agar mereka juga dapat mengetahui sejarah kelam RI yang pernah terjadi pada tahun 1965 secara luas, agar sejarah bangsa Indonesia dapat terus menjadi pelajaran yang berharga, sebab “Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Tidak Lupa Dengan Sejarah Bangsanya Sendiri”.

Mungkin Anda Menyukai

'); var MainContentW = 1000; var LeftBannerW = 100; var RightBannerW = 100; var LeftAdjust = 10; var RightAdjust = 10; var TopAdjust = 80; ShowAdDiv(); window.onresize=ShowAdDiv; }