0 Views

Upacara Peringati Hut Sumpah Pemuda Di Kaimana

Kaimana – Bertempat di Lapangan Apel Makodim Jl. Batu putih Km 01, Krooy Kaimana, telah dilaksanakan Upacara dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-89 tahun 2017, Sabtu (28/10/2017).

Bertindak selaku Inspektur Upacara Dandim 1713/Kaimana Letkol Inf Wempi Ramandei, Komandan Upacara Kapten Inf Setiyono, Pembaca Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia tahun  1945 Serda Hari Susanto, pembaca putusan-putusan kongres pemuda Indonesia Anggota KNPI Kab Kaimana dan pembaca Doa Kopda Yusuf.

Peserta Upacara terdiri dari Kelompok Perwira dan Undangan, 2 Sst Anggota Kodim 1713/Kaimana, 1 Sst Anggota Kipan E Yonif 754/ENK, Kelompok Relawan, Kelompok Gabungan KNPI, Senkom dan FKPPI.

Dalam amanat Menteri Pemuda & Olahraga yang dibacakan Dandim 1713/Kaimana menyampaikan :

  1. Delapan puluh sembilan tahun yang, tepatnya pada tanggal 28 okt 1928, sebanyak 71 Pemuda dari seluruh penjuru tanah air, berkumpul di sebuah gedung di jalan Kramat Jay, daerah Kwitang Jakarta. Merekamengikarkan diri sebagai satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa yaitu Indonesia.
  2. Ikrar ini yang sangat Monumental bagi perjalanan sejarah Bangsa Indonesia dan Ikrar ini nanti tujuh belas tahun kemudian melahirkan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.
  3. Sumpah Pemuda dibacakan di arena Kongres Pemuda ke 2 dihadiri oleh Pemuda lintas Suku dan Daerah.
  4. Dari belahan barat Indonesia terdapat nama Mohammad Yamin, seorang Pemuda kelahiran Sawahlunto Sumatra barat yang mewakili organisasi Pemuda Sumatra.
  5. Dari belahan timur Indonesia kita menemukan nama Pemuda Johannes Leimena kelahiran kota Ambon Maluku mewakili organisasi Pemuda Jong Ambon. Ada juga Katja Sungkana dari Madura ada juga Cornelis Lefrand Senduk mewakili organisasi Pemuda Sulawesi Jong Celebes.
  6. Pernah kita membayangkan bagaimana seorang Mohammad Yamin dari Sawahlunto dapat bertemu dengan Johannes Leimena dari Ambon ? Pernahkan kita membayangkan bagaimana seorang Katjasungkana dari Madura dapat bertemu dengan Lefrand Senduk dari Sulawesi, bukan hanya bertemu, tapi mereka juga berdiskusi bertukar fikiran, mematangkan gagasan hingga akhirnya bersepakat meningkatkan diri dalam komitmen ke Indonesiaan.

Posting Terkait