Silahturahmi,Buka Puasa Bersama Serta Pemusnahan Miras

Danrem 171/PVT Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono M.A  yang diwakili oleh Kasi Intelrem 171/PVT Kolonel Inf Albert Panjaitan menghadiri Silaturahmi dan Buka Puasa bersama TNI, Polri, Forkopimda dan masyarakat Sorong yang diselenggarakan oleh Polda Papua Barat dengan pimpinan Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja,  Danpasmar 3 Brigjen TNI Mar Amir Faisol, S.Sos, Asrena Koarmada III Kolonel Laut (P) Ferry, Asintel Danlantamal XIV Kolonel Laut (KH) Drs. Luxembur Jason Sihombing M. S.i,  Kapolresta Sorong AKBP Mario Cristy P.S. Siregar, Dandim 1704/Sorong Letkol Inf Andar D. Panggabean, SIP, Ketua Pengadilan Negeri Sorong Timotius Djemey, SH, kepala staf ahli gubernur Papua barat Nikolas Pikey, Kapolres Sorong AKBP Dewa Made Sidan, Danyon B pelopor Satbrimob Polda Papua barat KBP Ary Nyoto Setiawan, dan pengisi penceramah ketua MUI kota sorong bpk Abdul Manan Fakaubun bertempat di Mako Yon B  Satbrimob Polda Papua barat Jln. Kapitan Patimura Kel. Suprau, Distrik Maladum mes, Kota Sorong-Papua Barat, (Kamis 07/06/2018).

Acara Silaturahmi dan Buka Puasa bersama serta Pemusnahan benda sitaan/barang bukti berupa minuman beralkhol jenis cap tikus(CT) di awali dengan pembacaan penetapan pemusnahan barang bukti dari ketua pengadilan negeri yaitu surat ketetapan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Daerah Papua Barat tentang pemusnahan barang bukti/benda sitaan, pemusnahan barang bukti miras cap tikus yang di sita merupakan Peredaran miras lokal yang bukan dari pabrik sudah diproduksi sendiri oleh masyarakat di wilayah Papua dan Papua barat,

dengan melakukan operasi gabungan di wilayah kab. Tambrauw dimana terdapat pabrik yang memproduksi miras cap tikus.

Dengan maraknya produksi miras lokal dapat menghancurkan generasi penerus bangsa, bersama memerangi peredaran miras merupakan tugas kita semua guna menyelamatkan generasi muda, memang usaha miras jenis cap tikus menjanjikan keuntungan yang sangat besar sehingga mari kita bersama-sama memerangi miras, hal tersebut dapat kita lihat dari banyaknya lakalalin yg terjadi karena pengaruh miras, serta banyaknya kejahatan yang ditimbulkan dari minuman keras karena minuman keras jenis cap tikus tidak memiliki ukuran kadar alkohol. Setelah melaksanakan Pemusnahan benda sitaan/barang bukti berupa minuman beralkhol jenis cap tikus(CT) dilanjutkan dengan buka puasa bersama. (Penrem 171/PVT).

Mungkin Anda Menyukai

'); var MainContentW = 1000; var LeftBannerW = 100; var RightBannerW = 100; var LeftAdjust = 10; var RightAdjust = 10; var TopAdjust = 80; ShowAdDiv(); window.onresize=ShowAdDiv; }