0 Views

Upacara Penutupan TMMD ke 102 tahun 2018, Wilayah Kodim 1706/Fakfak

Fakfak – Bertempat di Lapangan Sepak Bola, Kampung Bisa Distrik Teluk Patipi, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, telah di laksanakan Upacara Penutupan TMMD ke 102 tahun 2018, Wilayah Kodim 1706/Fakfak yang bertindak sebagai Irup Kolonel Inf Dian Sundiana SE.MM (Kasrem 171/PVT) yang di hadiri ± 400 orang, Rabu (08/08/2018).

Adapun pejabat yang hadir dalam upacara penutupan TMMD ke 102 tersebut antara lain Brigjend TNI Pasenga talilah (Dirbekang Mabesad), Letkol Inf Yatiman, A.Md (Dandim 1706/Fakfak), Ir. Abraham Shopaheluwakan, M.Si (Wakil bupati Fakfak), Drs, Nasrun P. Elake (Sekda Kab. Fakfak), Ibu Siti Rahma Hegemur SH (Ketua DPRD Fakfak/ P.Golkar), Ibu Baguna Palasoa (Anggota DPRD/Ketua Fraksi Hanura), Drs H Ali Baham Timongmere MTP (Ketua Bappeda), Firdaus SH MH. (Kajari Fakfak), Heru SH (Kalapas Fakfak), Gondo Suprapto, M.Si (Plt Dinas Kesehatan Fakfak), Ibu Siti Nurhariati (Balitbangkes Kemenkes RI), Mayor inf Ronald Mpatty (Mabesad), Mayor inf Mulyono (Kodam XVIII Kasuari), Mayor Inf. Wahlin rahaman, S.Pd (Kasdim 1706/Fakfak), Kapten Cba Ghuphta (Dantepbek 44/2 fakfak), Kapten CPM Arie Yoetefa (Dansub Denpom Fakfak), Para pasidim 1706/fakfak dan Toga, todat, serta Tomas.

Adapun susunan pasukan antara lain 1 Peleton Pasukan Kodim 1706/Fakfak 1 Peleton Pasukan Polres Kab Fakfak, 1 Peleton Gabungan Staf Distrik dan Guru SD Impres Kampung Bisa, 1 Peleton Gabungan Toga/Tomas dan I Peleton Murid SD Impres Kampung Bisa.

Sebelum inspektur upacara membacakan Amanat Kasad, Kapten Siswanto (Pasiter Kodim 1706/Fakfak) terlebih dahulu membacakan Laporan Singkat hasil TMMD 2018 Laporan tersebut dimaksudkan untuk memberikan gambaran kegiatan TTMD ke 102 TA 2018 yang telah dilaksanakan selama 30 hari di Kampung Bisa, Distrik Teluk Patipi, dengan tujuan sebagai pertanggungjawaban ke Komando Atas dan juga sebagai bahan Evaluasi dan penentuan kebijakan lebih lanjut.

Adapun hasil yang telah di capai dalam pelaksanaan TMMD ke 102 di Kabupaten Fakfak antara lain pembuatan Tambatan Perahu selesai 100 %, pembangunan Rumah Singgah, selesai 100 % dan pembuatan Lapangan Sepak Bola, selesai 100 %, selain itu hasil pelaksanaan TMMD Non Fisik yang telah dilaksanakan antara lain Penyuluhan Perkebunan, Penyuluhan Kamtibmas, Penyuluhan Bela Negara, Penyuluhan Peternakan, Penyuluhan Kesehatan dan pengobatan Masal, Penyuluhan dan sosialisasi Pembuatan Wabki Dana Kampung dan Olahraga bersama.

Setelah membacakan hasil yang telah dicapai dalam upacara penutupan TMMD ke-102 Kasrem 171/PVT selaku Inspektur Upacara membacakan Amanat Kasad.

Pembangunan wilayah desa salah satu realisasi dari kebijakan nasional Nawacita mewujudkan pembangunan Indonesia dari pinggiran. Lebih jauh, salah satu titik fokus pembangunan nasional berupaya mewujudkan kestabilan, kemajuan Indonesia secara keseluruhan. Melalui pembangunan inilah, potensi di pedesaan harus di kembangkan, kekurangan yang ada harus diatasi, dalam mencapai pemerataan, pertumbuhan, kemandirian desa secara berkelanjutan menjadi peran nyata TNI mendukung pembangunan.

TMMD ke-102 TA 2018 yang diselenggarakan selama 30 hari mulai tanggal 10 Juli S/d. 8 Agustus 2018. Untuk mewujudkan kemanunggalan TNI dan Rakyat, TMMD yang dilaksanakan 3 kali dalam setahun juga merupakan wahana menggelorakan kembali semangat gotong royong, rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan, Ketahanan Nasional guna menjaga keutuhan NKRI khususnya generasi milenial.

Tema yang diangkat dalam TMMD ke -102 TA 2018  yaitu “Manunggal Membangun Karakter Generasi Milenial” sangatlah tepat apabila dihadapkan dengan kondisi generasi muda saat ini yang semakin modern. Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi, moralitas dan karakter generasi muda harus dibangun sehingga menjadi pribadi yang kreatif, aktif, inovatif dan berjiwa nasionalis yang kuat.

TMMD melibatkan 50 Satgas TMMD di 50 Kab/ Kota, 57 Kecamatan dan 79 Desa, didukung oleh Pemda setempat,  Dinas Kesehatan, Pertanian, BKKBN, Sosial, Kehutanan, Pekerjaan Umum, Kejaksaan, Kepolisian. Guna mencapai sasaran fisik, kita berupaya menjawab masalah infrastruktur, jalan desa terpencil, terisolir, fasilitas umum serta rendahnya kualitas hidup masyarakat. Untuk itu, pada TMMD kali ini, dalam skala nasional, kita berhasil mewujudkan program rehabilitasi lebih dari 200 unit rumah tidak layak huni, pembukaan 86 km jalan baru, pengerasan dan betonisasi 60 km jalan, perbaikan 30 rumah ibadah, 8 sekolah, pembangunan jembatan dengan panjang total 252 m, pembuatan 43 unit MCK, pembangunan Poskamling, saluran drainase lebih dari 30 desa, pemberian kambing pada peternak binaan dan penanaman 3.500 pohon di lahan konservasi alam.

Sasaran non-fisik, program TMMD diarahkan untuk menumbuhkan kekebalan menghadapi isu-isu disintegrasi Bangsa dan hal-hal yang mengarah pada konflik sosial. Dalam mencapai tujuan, Satgas TMMD bersinergi dengan dinas terkait di Pemda setempat, melaksanakan penyuluhan hukum, wawasan kebangsaan, kerukunan umat beragama, serta bahaya Narkoba, paham-paham radikal. Setiap Satgas juga mengeluarkan tim-tim yang bertugas memberikan asistensi pemeliharaan Kamtibmas, pencegahan dan penanganan Karhutla (Kebakaran hutan dan lahan), penyuluhan kesehatan, program KB, serta bimbingan bertani dan beternak.

Kegiatan penyuluhan  mendapat apresiasi dan perhatian banyak pihak, menyentuh problem aktual  masyarakat di daerah  terpencil, dapat mendorong semangat masyarakat kita untuk terus maju dan berkembang dari segi ekonomi, jeli dan waspada terhadap bahaya berdampak negatif, serta membentuk kehidupan guyub dan rukun di tengah perkembangan dunia yang semakin modern.

TMMD ke – 102 bekerja sama Kemenpora RI guna menyukseskan program unggulan Pemuda Mandiri Membangun Desa (PMMD), dengan meningkatkan kemandirian generasi muda di pedesaan, turut serta aktif membantu kegiatan fisik dan non fisik. Saya berbesar hati melihat bagaimana program ini berhasil meningkatkan kapasitas dan daya saing para kaum muda dalam hal olahraga, menciptakan lapangan kerja baru, mendayagunakan segenap potensi desa secara optimal.

Pelibatan TNI dalam program pemerintah pada dasarnya sesuai amanat UU TNI Nomor 34 Tahun 2004, khususnya tentang tugas TNI pada OMSP yaitu memberdayakan wilayah sesuai  Sistem Pertahanan Semesta dan membantu tugas pemerintah di daerah,  TNI AD berkomitmen meningkatan kesejahteraan rakyat, mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat. Meskipun tugas pokok tentara adalah menjadi yang terdepan di masa konflik, namun di masa damai wajib berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan turun ke lapangan membantu program pembangunan dan kesulitan rakyat, karena masa damai pada hakekatnya masa persiapan untuk perang. untuk lebih mempererat hubungan silaturahmi dan kekeluargaan TNI dengan rakyatnya, maka para anggota Satgas TMMD saya wajibkan tidur di rumah dan makan bersama masyarakat dengan memanfaatkan ULP Prajurit yang telah diberikan oleh Komando Atas. Sejarah perjuangan Bangsa telah membuktikan bahwa TNI lahir dari rakyat dan berjuang bersama rakyat dalam merebut kemerdekaan. Roh TNI adalah rakyat, tanpa rakyat, TNI bukanlah apa-apa.

Mengakhiri amanat ini, selaku Kepala Staf Angkatan Darat dan Penanggung Jawab Operasional TMMD, saya mengucapkan terima kasih kepada segenap jajaran Pemda, masyarakat serta semua pihak yang terlibat dalam TMMD ke-102 TA 2018 ini, sehingga penyelenggaraan kegiatan tersebut dapat berjalan dengan sukses, aman dan lancar.

Saya juga memohon maaf apabila dalam pelaksanaan TMMD ke-102 ini, terdapat tutur kata maupun tingkah laku para Prajurit atau ada hal hal lain yang kurang berkenan di hati masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat di dalam kegiatan ml.

Sebagai penutup, izinkan saya menyampaikan sejumlah pesan dan

Harapan sebagai berikut :

Pertama, pertahankan semangat kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI-Rakyat dengan selalu hadir di tengah masyarakat dan membantu menyelesaikan masalah serta memberikan kontribusi untuk kesejahteraan masyarakat. Jangan mudah terhasut dan terprovokasi oleh pihak manapun yang dapat merusak persatuan dan kesatuan Bangsa.

Kedua, tingkatkan semangat gotong royong sebagai warisan budaya Bangsa yang sudah terbina dengan baik selama ini sebagai upaya menjaga Imunitas Bangsa guna menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan terhadap keutuhan wilayah dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketiga, pelihara hasil program TMMD ke-102 ini, agar manfaatnya dapat dinikmati oleh warga masyarakat dalam kurun waktu yang cukup panjang.

Keempat, kepada para Dansatgas TMMD ke-102, lakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan TMMD untuk dijadikan bahan perbaikan pada TMMD mendatang.

Dan kelima, kepada para Prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras kalian. Dengan selesainya kegiatan ini, segera kembali ke induk pasukan masing-masing dan perhatikan faktor keamanan selama dalam perjalanan.

Akhirnya, dengan mengucap syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, pada hari ini, Rabu, tanggal 8 Agustus 2018, Pukul 10.15WIT, TNI Manunggal Membangun Desa ke-102 TA 2018 ini secara resmi saya nyatakan ditutup.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan bimbingan, petunjuk dan perlindungan-Nya kepada kita dalam melanjutkan pengabdian kepada TNI, Bangsa dan Negara tercinta. Penandatanganan Naskah serah terima hasil TMMD. Oleh Kasrem171/PVT,  Dandim 1706/Fakfak dan Wakil Bupati Fakfak.

 

Posting Terkait