Kolonel Inf Yudhi Diliyanto Pimpin Rapat Kordinasi Kepada Para Pakor Dan Dansatgas Tentang Latihan Gulbencal Kodam XVIII/Kasuari

Manokwari – Bertempat di ruang kantor operasi latihan  Kolonel Inf Yudhi Diliyanto memimpin rapat kordinasi kepada 8 orang Perwira kordinator ( Pakor ) dan 8 orang Komandan Satuan Penugasan ( Dansatgas ) serta beberapa orang perwira remaja yang membantu kelancaran penyelenggaraan latihan Gulbencal ini. Berkaitan dengan latihan yang sudah dilaksanakan dari mulai pembukaan di lapangan Makodam XVIII/Kasuari, Brifing kepada seluruh pelaku dan penyelenggara di Aula Makodam, Latihan Teknis dan sekarang ini sudah memasuki latihan Taktis serta nantinya akhir puncak latihan adalah drill pur, Rabu (14/11/2018).

Kegiatan yang dilaksanakan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut sampai paling terakhir laporan, sampai sekarang ini dapat berjalan dengan lancar dan aman. Semua ini atas partisipasi dari para Perwira koordinator dan Dansatgas yang mempunyai peran aktif kepada para pelaku latihan serta antusiasnya yang tinggi dalam memberikan pembekalan materi. Tidak kalah pentingnya di dukung dari pelaku itu sendiri yang mempunyai semangat didalam melaksanakan latihan.

Dalam penjelasannya yang disampaikan Kolonel Inf Yudhi Diliyanto bahwa mulai kemarin tanggal 13 Nopember 2018 sudah memasuki pada tahap Drill taktis untuk itu latihan harus ditingkatkan. Latihan yang diawali dengan drill teknis yang metodenya pelaku diberikan teori praktis di ruangan sampai dengan prakteknya dikomentari sepenuhnya dengan para pelatih atau para koordinator, mulai saat ini Drill Tis harus sudah bisa melaksanakan kegiatan sesuai bidangnya dengan sedikit diarahkan oleh para pelatih dan koordinator namun apabila pelaku melakukan kesalahan agar di ulangi sampai benar.

Pada rapat kordinasi Kolonel Inf Yudhi juga membahas tentang pentahapan latihan yang nantinya masuk pada Drill Pur atau puncak dari seluruh latihan penanggulangan bencana alam, Mekanisme latihan driil pur nantinya adalah disimulisasikan telah terjadi gempa di Arfai 1 Makodam Manokwari Papua Barat dengan kekuatan 7,7 Skala Ricter yang merobohkan bangunan, rumah penduduk ( TKP ) selanjutnya Dansatgas Zeni mendapat perintah dari Komandan Latihan menuju ke TKP untuk melaksanakan pembersihan serta pencarian korban yang tertimpa bangunan dan rumah yang roboh dengan menggunakan alat berat antara lain Bego, Excavator dll.

Bersamaan dengan kejadian tersebut secara bersamaan pula Satgas PRCPB diperintahkan Komandan Latihan untuk mengamankan TKP untuk antisipasi adanya penjarahan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Setelah satgas Zeni mendapatkan korban melaporkan kepada Komandan Latihan selanjutnya Komandan Latihan memerintahkan Satgas Evakuasi untuk mengevakuasi korban dengan jumlah 15 orang meninggal dunia, 2 orang luka berat dan 3 orang luka ringan, korban yang didapatkan dari tim evakuasi secara langsung di bawa oleh satgas Kesehatan menuju Posko yang berada di Kampung Susweni yang jaraknya antara 28 KM dengan menggunakan kendaraan Truk 1 unit dan 4 ambulace yang dikawal secara langsung oleh satgas PRCPB. Sampai tiba di posko dilakukan penangangan terhadap korban latihan Gulbencal dan diadakan pendataan tentang korban yang akan disampaikan oleh satgas Penerangan terkait dengan pemberitaan ke Media online, media cetak.

Selain materi latihan adanya Gempa juga akan di simulisasikan terjadi Tsunami di wilayah Arfai 1 Manokwari, untuk penanganannya akan dilakukan oleh Dansatgas evakuasi, Dansatgas Bekang dan Dansatgas PRCPB serta penanganan terhadap pengungsi Tsunami oleh Dansatgas Mako yang disimulisasikan kepada 100 orang Siswa-siswi SMAN 2 yang sekolahnya dekat dengan pantai agar terhindar dari bahaya Tsunami. ( Keseluruhan kegiatan tersebut diatas adalah LATIHAN ).Red nang

Mungkin Anda Menyukai

'); var MainContentW = 1000; var LeftBannerW = 100; var RightBannerW = 100; var LeftAdjust = 10; var RightAdjust = 10; var TopAdjust = 80; ShowAdDiv(); window.onresize=ShowAdDiv; }