Satgas Kesehatan Latihan Terpadu Penanggulangan Bencana Alam Kodam XVIII/Kasuari

Manokwari- bertempat di Mako Kesehatan Kodam XVIII/Kasuari, pukul 07.30 dilaksanakan latihan taktis kepada pelaku latihan terpadu penanggulangan bencana alam Kodam XVIII/Kasuari dalam hal ini oleh Satgas Kesehatan. Kegiatan pelatihan taktis yang dilaksanakan ini diikuti oleh 85 orang dari berbagai instansi antara lain : anggota latihan Satgas Kesehatan Kodam XVIII/Kasuari sejumlah 30 orang, anggota Fasharkan TNI AL Manokwari sejumlah 10 orang, anggota Polda Papua Barat sejumlah 10 orang dan beberapa instansi lain di antaranya Dinas Kesehatan Papua Barat sejumlah 10 orang, TAGANA Manokwari sejumlah 13 orang dan PMI Manokwari sejumlah 12 orang, Rabu (14/11/2018).

Sebelum masuk pada materi pelatihan taktis kepada seluruh anggota Satgas Kesehatan, Dansatgas Kesehatan Mayor Ckm Teguh Riyadi menyampaikan, apabila nantinya terjadi bencana alam yang tidak kita inginkan nantinya dengan adanya pelatihan seperti ini kita semuanya sudah siap utntuk melaksanakan bantuan kepada korban bencana khususnya bantuan kesehatan. Kita tidak mengharapkan adanya bencana namun setiap orang menghindar dari bencana sehingga selalu siaga uniuk mengantisipasinya agar tidak jatuh korban yang lebih banyak.

Materi latihan taktis yang disampaikan kepada  anggota Satgas Kesehatan terdiri dari 2 materi yaitu Evakuasi Medis yang disampaikan oleh Ipda Zulfandi ( Dokter Rumkit Polda PB) dan materi Pengangkutan Orang Luka disampaikan oleh Lettu Ckm Iis Setiyadi ( Dokter Rumkitban Kodim 1703/Mkw ). Menolong haruslah memiliki ketrampilan dan dibekali fasilitas untuk menolong orang lain maupun diri sendiri. Saat kejadian bencana penanggulangan bencana, merupakan upaya untuk mencegah atau menurunkan risiko kesehatan sesaat dan setelah bencana seperti pertolongan gawat darurat dan munculnya KLB penyakit menular dan gizi.

Kegiatannya antara lain penilaian cepat, mobilisasi petugas kesehatan, respons cepat untuk penanggulangan gawat darurat medis, pemantauan dan lainnya. Pada suatu kejadian bencana ada beberapa hal yang perlu diperbuat dalam upaya penanggulangan maupun pemulihan. Pada fase sesaat setelah bencana masalah utama adalah tanggap darurat untuk memberi pertolongan. Pada pencarian dan identifikasi korban meninggal sangat dibutuhkan petugas penolong dengan kemampuan basic lifesupport ,damage controlsurgery sangat diharapkan oleh korban yang cidera/luka/sakit.

Mungkin Anda Menyukai

'); var MainContentW = 1000; var LeftBannerW = 100; var RightBannerW = 100; var LeftAdjust = 10; var RightAdjust = 10; var TopAdjust = 80; ShowAdDiv(); window.onresize=ShowAdDiv; }