Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pileg Dan Pilpres Tahun 2019

Sorong – TNI-POLRI melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan menghadapi Pemilu tahun 2019 dengan Tema “Tingkatkan Sinergisitas TNI-POLRI dengan Komponen Bangsa lainnya guna mewujudkan Kamdagri yang kondusif” dengan pimpinan Apel Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Yoppye Onesimus Wayangkau, Pangkoarmada III Laksda I N.G. Ariawan S.E. M.M dan Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf A. Rodja, dihadiri oleh Kabinda Papua Barat Laksma TNI Didit Maryono, Danrem 181/PVT Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A.,  Danlantamal XIV Sorong Brigjen TNI Mar Hermanto, S.E., M.M., Danguskamla Armada III Laksamana TNI Agus Hariyadi, Kasrem 181/PVT Kolonel Inf Hariyanto,  Karo Ops Polda Papua Barat Kombes Pol Much Sagi Dharma Adhyaksa. SH, Para Asisten Kasdam XVIII/Kasuari, para Asisten Danlantamal XIV Sorong, para Kasi Korem 181/PVT, Dandim 1802/Sorong Letkol Inf Andar D. Panggabean S.I.P,  Danyon 762/VYS Letkol Inf. Doddy Yudha.S.IP, M.Tr(Han), Kapolres Sorong Kota AKBP Mariocrhristy P.S. Siregar, SIK, MH., Kapolres Sorong / Aimas AKBP. Dewa Made Sidan Sutrahna S.IK, Kepala pengadilan Negeri Klas I B Sorong H. Masduki, S.H, para Staf KPU  Kota Sorong serta para Tokoh Agama, tokoh masyarakat dan tokoh Adat bertempat di lapangan Hocky Kampung Baru, Kota Sorong-Papua Barat, Jumat (22/03/2019).

Dalam sambutan Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Yoppye Onesimus Wayangkau, yang membacakan sambutan Menko Polhukam mengatakan bahwa  Pemilu serentak tahun 2019 merupakan pesta demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah karena dilaksanakan secara serentak yaitu 5 jenis pemilihan dalam waktu yang bersamaan untuk memilih pemimpin nasionalnya. Sukses atau tidaknya pesta demokrasi ini sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung, akan tetapi pihak penyelenggara Pemilu yakni KPU Bawaslu dan DKPP wajib menunjukkan kinerja yang objektif dan transparan.

TNI-POLRI selaku institusi yang bertanggung jawab langsung terhadap pengamanan jalannya Pemilu 2019 apabila menemukan adanya kerawanan dan hambatan harus dapat mengambil suatu tindakan dan dengan prosedur tetap dan aturan hukum yang berlaku sehingga tidak ada toleransi kecil apapun bagi pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya Pemilu serentak tahun 2019.

Kekuatan prajurit TNI-POLRI yang terlibat dalam pengamanan pemilu serentak tahun 2019 adalah sebanyak 4.530 orang didukung dengan alutsista. Dalam melaksanakan tugas pengamanan penyelenggaraan pemilu tahun 2019 agar seluruh prajurit TNI-POLRI mempedomani seluruh prosedur yang berlaku sehingga tindakan-tindakan yang dilakukan senantiasa terukur sesuai dengan aturan hukum. Wujudkan sinergitas antara TNI-POLRI dengan penyelenggara pemilu dan seluruh komponen masyarakat agar setiap permasalahan yang muncul di lapangan dapat dihadapi dikoordinasikan dan dipecahkan bersama.

Mungkin Anda Menyukai

'); var MainContentW = 1000; var LeftBannerW = 100; var RightBannerW = 100; var LeftAdjust = 10; var RightAdjust = 10; var TopAdjust = 80; ShowAdDiv(); window.onresize=ShowAdDiv; }