Dialog Lintas Agama Dalam Rangka Mensukseskan Pemilu 2019 Dan Pembangunan Di Papua Barat

Manokwari – Dalam rangka mensukseskan Pemilu 2019 dan pembangunan di Papua Barat, diselenggarakan Dialog Lintas Agama di Hotel Oriestom Bay pada Selasa, 25 Maret 2019.

Irdam XVIII/Kasuari Kolonel Inf Frengky E Riupassa S.Sos mewakili Pangdam XVIII/Kasuari hadir dan sekaligus menjadi salah seorang nara sumber dalam Dialog Lintas Agama tersebut yang dipimpin oleh Wagub Prov. Papua Barat Mohamad Lakotani dan dihadiri beberapa pejabat yaitu Kabagops Binda Papua Barat Kolonel Arh Wibisono, Dirbinmas Polda Papua Barat Kombes Pol Hari M Firmansyah, Ketua FKUB Provinsi Papua Barat Sadrak Zimbiak, Kakanwil Kemenag Papua Barat Drs Sudirman Manuhuruk dan Ketua MRP Yukianus Thebu serta diikuti peserta sekitar 30 orang.

Wagub Prov. Papua Barat membacakan amanat tertulis dari Gubernur Prov. Papua Barat yang menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia didirikan dengan landasan kesadaran religius yang tinggi. Hal ini dapat kita lihat dengan adanya pasal 29 ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan tentang keagamaan di Indonesia dan menjadi Sila Pertama dari Pancasila. Bangsa Indonesia merupakan bangsa besar dan majemuk dalam berbagai aspek mulai dari suku bangsa, bahasa, budaya, agama, kepercayaan dll. Satu hal yang patut disyukuri bahwa dalam keberagaman, bangsa Indonesia punya aset pemersatu bangsa yang mampu menjaga kerukunan dan toleransi, bahkan yang membanggakan kerukunan di Indonesia dijadikan sebagai model bagi negara-negara di dunia.

Ideologi Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang dicetuskan oleh the founding fathers bangsa Indonesia merupakan aset dan terbukti ampuh dalam mempersatukan dan mengatasi potensi konflik yang sesungguhnya melekat pada bangsa majemuk sebesar Indonesia. Para pendiri bangsa Indonesia telah memiliki pandangan toleran dan terbuka dalam beragama dan memiliki visi jauh ke depan dalam mewujudkan nilai-nilai kearifan lokal, adat dan budaya warisan nenek moyang. Namun patut disayangkan kondisi toleransi dan kerukunan antar umat beragama yang kondusif di Indonesia kadang harus terusik dengan kejadian di beberapa daerah antara lain konflik pendirian rumah ibadah dan tindakan kekerasan oleh ormas yang mengatas namakan agama tertentu.  Dalam waktu dekat kita akan melaksanakan satu agenda besar yaitu Pemilihan Umum 2019 dimana kita akan memilih calon Presiden dan calon Wakil Presiden serta anggota Legislatif. Di sinilah FKUB Prov. Papua Barat dan FKUB

Kab/Kota se-Papua Barat sebagai lembaga yang bertugas untuk menciptakan dan memelihara kerukunan baik intern maupun antar umat beragama. Perbedaan agama tidak boleh menjadi pemudar apalagi perusak komitmen kesatuan dan persatuan bangsa.

Mungkin Anda Menyukai

'); var MainContentW = 1000; var LeftBannerW = 100; var RightBannerW = 100; var LeftAdjust = 10; var RightAdjust = 10; var TopAdjust = 80; ShowAdDiv(); window.onresize=ShowAdDiv; }