Wujudkan Profesionalitas, Pendam XVIII/Kasuari Serap Ilmu dari TVRI Papua Barat

Manokwari. kasuari18-tniad.mil.id – Untuk mewujudkan profesionalitas sebagai Prajurit Penerangan, Penerangan Kodam (Pendam) XVIII/Kasuari tidak hanya sebatas bersandar pada ilmu yang didapatkan dari internal TNI dan TNI AD saja, namun juga berupaya menyerap ilmu yang harus dikuasai para prajuritnya, yaitu ilmu jurnalistik melalui berbagai institusi, lembaga ataupun sumber-sumber ilmu jurnalistik lainnya, satu diantaranya adalah dari TVRI, yang menguasai keilmuan sekaligus sebagai praktisi di bidang Jurnalistik Televisi.

“Untuk menuju tercapainya profesionalisme prajurit, kami menimba ilmu dari mana saja, baik dari dalam maupun luar institusi TNI, selama ilmu itu bersentuhan langsung dan bermanfaat bagi Prajurit Penerangan dalam melaksanaan tugas dan tanggung jawabnya di satuan Pendam XVIII/Kasuari ini. Dan kali ini, kami undang jurnalis dari TVRI Papua Barat untuk berbagi ilmu jurnalistik pertelevisian yang mereka kuasai kepada Prajurit Pendam, guna membekali ilmu kepada mereka dalam pelaksanaan tugas peliputan audio visual di lingkungan TNI Angkatan Darat, utamanya di lingkungan Kodam XVIII/Kasuari,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari Kolonel Inf Andi Gus Wulandri. S.I.P.

Hal itu disampaikannya saat ditanya Pers tentang kegiatan Pelatihan Jurnalistik Pendam XVIII/Kasuari 2019, yang digelar di Markas Kodam XVIII/Kasuari, Kamis (21/11/2019), tepatnya di Ruang Media Center Pendam XVIII/Kasuari, Arfai I, Manokwari, Papua Barat.

Lebih lanjut dikatakan Andi Gus, dengan kecanggihan teknologi yang semakin berkembang saat ini, dibutuhkan manusia atau tenaga-tenaga terampil, yang mampu mengolah suara dan gambar (film) menjadi suatu kemasan berita yang menarik untuk dinikmati masyarakat, yang disebarluaskan melalui televisi maupun media sosial, seperti di youtube, vlog, dan sebagainya.

“Pelatihan ini dimaksudkan agar para personel Pendam XVIII/Kasuari mengerti dan memahami tentang apa dan bagaimana cara menyiapkan, membuat, dan mengemas produk jurnalistik televisi yang bagus untuk ditayangkan di media massa TV maupun di media sosial,” ujarnya.

“Tentu muara dari semua itu adalah dalam rangka publikasi, sosialisasi, dan penguatan Citra TNI Angkatan Darat, khususnya Kodam XVIII/Kasuari, Sang Patriot Pembela Rakyat ini,” tambah Andi Gus.

Pada kesempatan yang sama, Produser TVRI Papua Barat, Nico Patipawae selaku pemateri jurnalistik televisi di kegiatan pelatihan untuk prajurit Pendam XVIII/Kasuari ini menilai bahwa langkah yang diambil Pendam XVIII/Kasuari dengan menimba ilmu penerangan/jurnalistik dari luar institusi TNI, merupakan suatu hal yang sangat tepat. Krn sebagai institusi di bidang kehumasan, Pendam mempunyai tugas dan tanggung jawab besar untuk menginformasikan kinerja para prajurit Kodam dalam menjalankan tugas yang dipertanggungjawabkan negara kepadanya.

“Instansi apa pun pasti memiliki bagian atau bidang tugas kehumasan. Kalau di sipil disebut Hubungan Masyarakat, sedangkan di TNI AD dinamakan Penerangan,” ucap Nico.

Menurutnya, semua itu pasti membutuhkan audio visual, videografi maupun fotografi. Tujuannya, selain bisa digunakan untuk dokumentasi instansi tersebut, juga bisa dinikmati oleh publik sehingga publik menjadi tahu tentang bagaimana kinerja prajurit TNI Angkatan Darat, dalam hal ini Prajurit Kodam XVIII/Kasuari yang berada di wilayah Papua barat.

Melihat langsung sosok dan semangat Prajurit Pendam XVIII/Kasuari dalam berinteraksi saat pelatihan berlangsung, Produser televisi berdarah Maluku ini percaya, personel Pendam mampu menyerap ilmu jurnalistik televisi itu secara cepat dan sanggup mengaplikasikan dengan benar.

“Melihat semangat dan sosok dari seorang tentara yang bertugas di Pendam ini, meski materi yang saya sampaikan hanya singkat dan tidak mendalam, namun dari praktek langsung di lapangan yang kita lakukan tadi, saya optimis personel Pendam akan mampu mengaplikasikannya,” ujar Nico.

“Walaupun kegiatan ini, ibaratnya hanya sekedar tukar pikiran dan tukar pengalaman, saya berharap mampu diaplikasikan dengan sebaik-baiknya untuk menunjang tugas dan tanggung jawab para Jurnalis Pendam,” sambungnya.

Pelatihan Jurnalistik Pendam XVIII/Kasuari tahun 2019 yang diikuti oleh seluruh personel Pendam ini, digelar selama 3 hari (20-22/11/2019), dengan pemberian materi berupa teori ilmu jurnalistik, seperti Dasar-dasar Jurnalistik, Penulisan Berita, dan Fotografi, serta latihan Penulisan Berita dan Pengambilan Gambar (foto dan video).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

'); var MainContentW = 1000; var LeftBannerW = 100; var RightBannerW = 100; var LeftAdjust = 10; var RightAdjust = 10; var TopAdjust = 80; ShowAdDiv(); window.onresize=ShowAdDiv; }