Dialog Kebangsaan Dalam Rangka Memperingati Hari Lahir NU Ke-92

Fakfak – Bertempat di Masjid AN NUR Kelurahan Danaweria, Distrik Fakfak tengah Kab. Fakfak, Telah dilaksanakan kegiatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama Ke 92  dengan tema “Mengokohkan Ukhuwa An-Nahdiyyah, Hilangkah Perbedaan, Menjaga Kebhinekaan Untuk Menangkal Radikalisme, Sarah Dalam Mempertahankan UUD 1945, Pancasila dan NKRI, Sabtu (27/01/2018).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ali Hindom (Ketua NU Kab. Fakfak), Letkol Inf Catur Adi Siswoyo, S.IP (Dandim 1706/Fakfak), Kompol Hasanudin (Kabagmin Polres Fakfak), Rudolf Michael (Staf Khusus Bupati), Drs. Muhamad Daeng Husen, S.Pd (Ketua MUI Kab. Fakfak), Drs. H. Mustaghfirin (Wakil Ketua MUI Prov. Papua Barat), Para Imam Mesjid se Kab. Fakfak dan undangan ± 70 Orang, Pemuda Ansor dan Banser Kab. Fakfak.

Dalam Sambutan Bupati Kab. Fakfak yang dibacakan oleh ketua NU Kabupaten Fakfak, menyampaikan, dalam mencermati kehadiran media sosial yang berkembang pesat di dunia maya bisa menjadi bencana yang sangat besar tegaknya nilai-nilai toleransi dalam bingkai bhinekaan.

Fungsi media sosial yang semestinya dipergunakan untuk kebaikan, ternyata banyak di salahgunakan untuk menyuburkan api permusuhan, kejahatan virtual, sikap intoleran, dan diskriminalisasi atas nama agama. LGBT adalah bentuk penyimpangan dan praktek LGBT adalah penodaan terhadap kehormatan kemanusiaan. Masyarakat harus tetap waspada terkait ancaman teroris di indonesia yang masih kuat. Masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan aparat keamanan dan intelijen, indera sosial masyarakat harus tajam terutama dalam menangkap orang-orang yang mencurigakan agar segera melaporkan ke pihak keamaman.

Setelah membacakan sambutan dari Bupati Kabupaten Fakfak, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Dandim 1706/Fakfak tentang kedaulatan Negara dan Terorisme sebagai berikut, Terkait situasi untuk wilayah Kab. Fakfak sampai dengan saat ini masih relatif aman. Sebagai pedoman kita warga NU sesuai simbol 9 (Sembilan) bintang kita harus pedomani jangan sampai melenceng dari garis-garis yang telah kita pedomani dan pelajari.

Berkaitan dengan ancaman yang terjadi kita melihat di wilayah Timur Tengah karena merupakan sumber daya alam yaitu minyak bumi, kita harus melihat potensi konflik yang ada di Indonesia melihat sumber daya alam kita yang sangat melimpah tidak menutup kemungkinan akan mengarah ke negara kita. Untuk situasi dan kondisi wil Kab. Fakfak masih kondusif, yg mana Kodim selalu memback Up. polres Fakfak di dalam pengamanan Wil Kab. Fakfak. Dan perlu diperhatikan peran serta bapak dan ibu dalam menangkal faham-faham Radikalisme, dan tentunya di awali dalam keluarga sendiri sehingga pentingnya peran orang tua dalam keluarga.

Selain itu penyampaian materi juga diberikan oleh kompol Hasanudin (Kabagmin Polres Fakfak) tentang Kantibnas, Radikalisme, dan Terorisme yang intinya sbb, Berkembangnya informasi media elektronik yang tidak di sikapi dengan bijaksana dan pada tempatnya dapat membuat hal negative. Terkait situasi perkara yang kita tangani rata-rata tingkat kejahatan disebebkan oleh miras, langkah-langkah positif yang sudah kita laksankan yaitu di wilayah Kampung Sekru, kita telah tertibkan yang selama ini memproduksi miras lokal jenis sopi

Paham Radikalisme merupakan salah satu ancaman nyata yang dapat berimplikasi pada dinamika ekonomi dan politik yang dapat menimbulkan guncangan yang tidak kecil, sehingga mampu menciptakan rasa tidak aman pada masyarakat luas. Sementara di sisi lain kemudahan mengakses berbagai informasi dan kemudahan menyebar luaskan ide, gagasan, atau bahkan hasutan, dan ujaran kebencian, serta penyampaikan informasi yang menyesatkan (Hoax), merupakan ancaman tersendiri yang dapat menimbulkan perpecahan dalam masyarakat.

Setelah mendengar penyampaian materi kegiatan dilanjutkan dengan sesi Tanya Jawab terkait peredaran miras di lingkungan anak anak remaja dan mabuk mabukan.

Mungkin Anda Menyukai