Hari Keluarga Nasional ke-24 Tingkatkan Kualitas Keluarga di Papua Barat

Sorong – Danrem 171/PVT Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono,M.A, menghadiri  Acara Peringatan Hari Keluarga Ke – 24, Pencanangan Bakti Sosial TNI Manunggal KB-KES Tahun 2017 dan Pencanangan Kampung KB Kabupaten Sorong, di hadiri oleh Wadanlantamal XIV/SRG Kolonel Mar. Anif Hidayat, Wakil Gubernur Prov.Papua Barat Muhammad Lakotani, Para Dankasat Disjan Korem 171/PVT,Plt Sekda Kab. Sorong Sahid Nur Kepala Dinas Kesehatan Ibu Lidya, Kepala Kepegawaian Bapak Nikolas Osok, Kepala dinas Pertanian Bapak Benyamin Halatu, para kepala distrik dan tim penggerak PKK. Perwakilan persit KCK, perwakilan Jalasenastri, yang bertempat di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong – Papua Barat, Selasa (30/5).

Dalam sambutan Danrem 171/PVT Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono,M.A, menyampaikan kegiatan TNI Manunggal KB Kesehatan dan Pencanagan Kampung KB merupakan salah satu wujud kepedulian TNI kepada warga masyarakat, melibatkan segenap lapisan masyarakat baik dari pemerintah daerah maupun swasta / LSM yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas akses keluarga, memberdayakan potensi ekonomi keluarga guna meningkatkan pengetahuan, sifat dan perilaku remaja, keluarga   dan masyarakat serta memperkuat institusi masyarakat untuk mempercepat penanganan gizi buruk keluarga.

Dilihat dari aspek kemanusiaan, kegiatan ini mengandung makna sebagai wujud kesetiakawanan  sosial, rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap warga masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam mencapai standar kehidupan yang layak dan manusiawi. Harus kita sadari bersama, bahwa permasalahan kesehatan seperti yang sedang kita hadapi saat ini bukan semata-mata permasalahan yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah khususnya dinas kesehatan saja, tetapi merupakan permasalahan yang perlu diselesaikan secara bersama-sama oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sedangkan dilihat dari aspek kesehatan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan wawasan tentang kesehatan masyarakat. Adanya pemahaman dan pengetahuan tentang kesehatan yang dimiliki masyarakat itu, kita mengharapkan akan terjadi penurunan angka perkawinan dini, kehamilan remaja, penyalahgunaan obat – obatan   terlarang atau narkoba, mencegah penyakit HIV/AIDS dan perilaku seks bebas.

Di sisi  lain juga untuk mendorong terbentuknya dan diaktifkannya kembali pusat-pusat informasi dan konseling kesehatan reproduksi remaja, pemeliharaan kesehatan ibu hamil, penanggulangan gizi ibu hamil dan pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan, seperti Posyandu, Kelompok Usaha Ekonomi Keluarga, Kelompok Bina Keluarga Balita serta kelompok-kelompok paguyupan KB pria.

Sedangkan pemberdayaan kegiatan ini juga dalam rangka mewujudkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat lebih dioptimalkan pelaksanaannya  dalam  bentuk  sosialisasi  tentang pentingnya kesehatan dalam kehidupan keluaraga. Kegiatan non fisik ini lebih diarahkan untuk peningkatan wawasan dan pengetahuan kesehatan bagi keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera satu, keluarga yang mempunyai balita dan anak remaja serta keluarga yang belum mengenal alat kontrasepsi.

Posting Terkait


wso.txt
yenibosna escort avrupa yakas escort antalya escort escort bayan avclar escort irinevler escort
rfuab.com teen porn