Kodam XVIII/Kasuari Kembali Bantu Terima Alkes Dari Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19

Manokwari. kasuari18-tniad.mil.id – Untuk keempat kalinya, Kodam XVIII/Kasuari melalui Kesehatan Kodam (Kesdam) membantu penerimaan Alat Kesehatan (Alkes) bantuan yang datang dari Jakarta dengan pesawat TNI AU Herkules C-130. Pesawat ini berangkat dari Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdana Kusuma, Jakarta  menuju ke Bandar Udara (Bandara) Rendani Manokwari, dengan transit di Bandara Hassanudin, Makassar.

Alkes bantuan dari Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 tersebut diserahterimakan oleh pilot pesawat TNI AU, Mayor Penerbang (Pnb) Yayan Sofan kepada Kodam XVIII/Kasuari yang diwakili oleh Kepala Kesehatan Kodam (Kakesdam) XVIII/Kasuari, Kolonel Ckm dr. Azhari Ramdani di Bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat, Minggu (19/04/2020)

Bantuan Alkes berupa 20 koli Alat Pelindung Diri (APD) ini selanjutnya diserahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Papua Barat Otto Parorrongan, SKM, M, MKes. untuk didistribusikan ke jajaran Dinkes Papua Barat.

“Bantuan Alkes berupa Alat Pelindung Diri (APD) ini sangat membantu bagi rumah sakit-rumah sakit di daerah yang berada dibawah Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, diantaranya di Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, dan Kaimana,” ujar Kakesdam.

Dinkes Provinsi Papua Barat selaku instansi tujuan dari pemberian bantuan dari Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, selanjutnya akan mendistribusikannya ke berbagai kabupaten sesuai dengan berita acara yang sudah ditandatangani, dalam rangka optimalisasi pelayanan terhadap pasien di fasilitas kesehatan tersebut.

Pihak Dinkes Papua Barat, sudah berkomunikasi dengan beberapa Dinkes Kabupaten terkait pendistribusian bantuan ini.

“Apakah mereka mau ambil atau kita yang distribusikan, kita lihat nanti. Hari ini juga kalau ada transportasi, kami akan segera distribusikan sesuai dengan berita acara penyerahan barang yang sudah kita tandatangani,” kata Otto Parorrongan.

“APD yang kita terima ini adalah barang yang paling dibutuhkan, karena dalam setiap penanganan pasien hanya digunakan sekali saja dan tidak boleh digunakan lagi,” sambungnya.

Posting Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *