Kodim 1805/Raja Ampat Hadiri Upacara Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan 2019

Raja Ampat – Kodim 1805/Raja Ampat hadiri upacara apel gelar pasukan Operasi Keselamatan 2019 yang diselenggarakan oleh Polres Raja Ampat bertempat di lapangan apel Polres Raja Ampat, Apel dipimpin langsung Kapolres Raja Ampat AKBP Edy Setyanto E.W, S.IK diikuti personel gabungan TNI-Polri Dishub, Basarnas, Satpol PP, sejumlah stakeholder terkait, Senin (29/4/2019).
Hadir dalam kegiatan antara lain,Kompol Anjar Purwoko, SH, S.Ik (Wakapolres Raja Ampat), Kapten Inf Salim (Pasi Intel Kodim 1805/Raja Ampat), Kompol Achmad Rumalean, SH (Kabag Ops Polres Raja Ampat), Kompol Sugeha (Kasat Pol PP Kab. Raja Ampat), Letda Laut Elhas (Danpol AL Raja Ampat), H. Thamrin (Dan Pos SAR Raja Ampat).
Apel gelar pasukan tersebut, dilaksanakan secara serentak guna meningkatkan kesadaran berlalu lintas untuk meminimalisir angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan. Apel kesiapan operasi keselamatan ini, ditandai dengan penyamatan pita tanda operasi kepada perwakilan personil TNI-Polri, Dishub dan Satpol PP dan dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan.
Kapolres mengatakan, pelaksanaan operasi keselamatan 2019, ditujukan sebagai upaya penegakan hukum dan meningkatkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Dalam amanat Kakorlantas Polri yang dibacakan Kapolres menyebutkan, gelar pasukan ini untuk mengetahui sejauhmana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.
“Perlu diketahui bersama bahwa data jumlah kecelakaan lalu lintas pada pelaksanaan operasi tahun 2017 sejumlah 833.607 dan pada tahun 2018 sejumlah 891.525 pelanggaran, atau cenderung mengalami trend kenaikan,”ujarnya. Walaupun pelanggaran cenderung naik, namun kata dia, korban kecelakaan menurun dari 1.605 orang di tahun 2017 menjadi 4.096 orang di tahun 2018 atau turun (-26 % ).
Sementara itu untuk korban meninggal dunia akibat kecelakaan tahun 2017 sejumlah 1.605 orang dan pada tahun 2018 sejumlah 1.134 orang atau dapat di katakan menurun (-29%). Untuk korban luka berat tahun 2017 sejumlah 819 orang dan pada tahun 2018 sejumlah 542 orang atau menurun (-34%) dan untuk korban luka ringan tahun 2017 sejumlah 6.470 orang, pada tahun 2018 sejumlah 4.799 orang atau mengalami penurunan (-26%).

Posting Terkait