Memelihara Kerukunan Umat Beragama di Papua Barat

Sorong – Danrem 171/PVT Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A, yang di wakili oleh Kasi Intel Korem 171/PVT Letkol Inf Albert Panjaitan, melaksanaan kegiatan Dialog Lintas Agama Provinsi Papua Barat tahun 2017 dihadiri oleh para Muspida dan Muspida plus, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, yang bertempat di Aula Hotel Swis Bell,  Sorong-Papua Barat, Senin (22/05/17).

Kegiatan yang dilaksanakan ini bekerja sama dengan Kantor wilayah kementrian agama provinsi papua barat yang bertujuan menyingkap peran dalam mempromosikan kerukunan umat beragama yang sudah diwariskan secara turun-temurun.

Meskipun begitu kerukunan umat beragama di Prov. Papua Barat bukanlah suatu situasi yang permanen, melainkan merupakan suatu hal yang dinamis dan harus dijaga. Secara umum, Indonesia adalah bangsa yang ramah dan penuh toleransi serta menjaga kerukunan. Jika ada gesekan berlandaskan agama pada sebuah daerah di Indonesia, ini hanya kasuistik saja.

Kerukunan umat beragama berarti antara pemeluk-pemeluk agama yang berbeda bersedia secara sadar hidup rukun dan damai. Hidup rukun dan damai dilandasi oleh toleransi, saling pengertian, saling menghormati, saling menghargai dalam kesetaraan dan  bekerjasama dalam kehidupan sosial di masyarakat. Hidup rukun artinya hidup bersama dalam masyarakat secara damai, saling menghormati dan saling bergotong royong/bekerjasama.

Manusia ditakdirkan sebagai makhluk sosial yang membutuhkan hubungan dan interaksi sosial dengan sesama manusia. Sebagai makhluk sosial, manusia memerlukan kerja sama dengan orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan material, kebutuhan spiritual, maupun kebutuhan akan rasa aman.

 

Posting Terkait


scholl php shell online