Musyawarah Adat Untuk Membuka Palang Adat Dan Penyelesaian Sengketa Tanah Kampus Politekhnik Negeri Fakfak Yang Di Palang

Fakfak –  bertempat di Kampus Politekhnik Negeri Fakfak Jalan Imam Bonjol Atas, Air Merah Kel Wagom Kab Fakfak, telah diadakan kegiatan  MUSYAWARAH ADAT untuk membahas Pembukaan palang adat dan penyelesaian sengketa  tanah Kampus Politeknik Negeri Fakfak antara pihak pemilik Hak Ulayat Tanah  Keluarga Bpk haji La Pende Weripih dan Pihak Pemerintah Daerah Kab Fakfak yang pemalangannya sudah berlangsung sekitar 1 bulan yang dimediasi oleh Dewan Adat Baham Matta, Hadir dalam kegiatan Musyawarah Adat, Drs Nasrun P Elake M.Si (Sekda Kab Fakfak), Letkol Inf Yatiman A.Md (Dandim 1706/Fakfak), Firdaus SH MH (Kajari Fakfak), Rudolph Michael (Staf Ahli Bupati), Mayor (L) Arly Asri (Danlanal Fakfak), Taufik Heru Uswanas (Raja Fatagar), Safi Yarkuran (Anggota DPRD Fakfak), AKP Misbachul Munir S.IK (Kasat Reskrim Polres Fakfak), Warsito (Kepala BPN Fakfak), Kapten CPM Ari S Yotefa (Dansub Denpom Fakfak), Kamis (15/11/2018).

penyampaian Ketua Dewan Adat Baham Matta Sir Zet Gwasgwas yang intinya, Sebagai manusia pasti punya kekhilafan dan sebagai manusia pasti akan diikuti dengan kebaikan dan kesalahan, tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan, didalam UU juga telah diatur tentang Ganti Rugi yang layak, Bab 11 dalam UU otonomi Khusus untuk melindungi hak hak atas kepemilikan dan Ganti rugi yang layak. Hal ini sebenarnya bukan masalah tetapi dari awal tidak ada tembusan kepada Dewan Adat untuk membicarakan hal ini sehingga masalah ini sampai berlarut larut, karena yang sekolah jg anak anak kita sendiri, dan juga tidak mengabaikan hak hak dari pemilik hak ulayat tanah, gunanya kita duduk bertemu pada hari ini juga sdh harus diselesaikan permasalahan ini.

Tujuan pemalangan adalah meluruskan baik dari Dewan adat dan pemerintah agar kedepannya untuk menyelesaikan sesuatu dengan baik dan benar, dan untuk pembahasan lebih detail akan disampaikan oleh Rustam Weripih. Tujuan dari pemalangan sudah tidak ada perhatian dari pemerintah dan yang koordinasi dengan kami sejak pemalangan pertama tahun 2012 adalah dan Donatus Nimbitkendik dan pembuatan adminastrasi adalah Sekda sebelumnya

Pembicaraan kita pada pagi sampai siang hari ini cukup sampai disini dan kami mengharapkan keikhlasan keluarga besar Lapende Weripih untuk membuka palang adat dan proses belajar mengajar di Kampus Politeknik ini agar berjalan seperti biasa dan proses selanjutnya kita akan lanjutkan di gedung Dewan Adat sampai pembicaraan masalah tanah ini selesai sampai tuntas dengan pihak-pihak terkait.

 

Mungkin Anda Menyukai