Nikah Massal Dalam Rangka Hari Ibu Nasional Ke 89

Sorong – Menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Republik indonesia Ibu dr. Susana yembise, Program Pencanangan Nikah Massal yang di hadiri oleh Kapendam XVIII/Ksr Kolonel Arh Eddy widianto S.ip, Kasiter Korem 171/PVT Kolonel Arm  Hari Wibowo, Pabung kodim 1704/ sorong Mayor Inf Y agus Padang,  pasiter kodim 1704/Sorong Kapten Inf Anwar kolly, kepala dinas pemberdayaan dan perlindungan anak kota sorong Ibu Maryam Isir, Asisten I kota sorong Ismail latikonsina, Kepala dinas pemberdauaan  perempuan dan perlindungan anak Papua barat Ibu Anike Rawar,  Duta besar indonesia untuk kabul,afganistan Bpk Arif Rahman, Istri Irjen TNI Ibu Leili Horryah, Istri Asport Dirga Ibu Tutik susilowati, Istri Aster TNI Ibu Santi Pratami, yang bertempat di Gedung Gereja Maranatha, Sorong-Papua Barat, Kamis (21/12/17).

Dalam Rangka Hari Ibu Nasional Ke 89 Menteri pemberdayaan perempuan dan Perlindungan anak Republik indonesia Ibu dr. Susana yembise, memberikan sambutan bahwa sebagai perempuan mau menunjukan perempuan Indonesia itu bisa untuk di berdayakan dan berjalan bersama-sama dengan laki-laki untuk membangun Negara ini secara bersama-sama, bila prempuan dan laki-laki berjalan bersama maka Negara Indonesia akan maju dan jaya kedepannya.

Peringatan Hari Ibu Nasional Ke 89 ini unutk mengenang perjuangan kaum Ibu yaitu Ibu kita Kartini, Pandawa-pandawa Ibu kita dahulu di zaman Pahlawan merebut Kemerdekaan banyaknya Pahlawan-pahlawan perjuangan gugur di medan perang dan yang sekarang ini untuk mengisi perjuangan dari pendahulu kita, kita mentransferkan dari hikmah Hari Ibu ini kepada pemuda-pemudi kita agar mereka dapat melanjutkan pembangunan dan mengisi kemerdekaan ini ke depan.

Nikah Massal yang dilaksanakan ini merupakan inisiatif dari pemerintah dalam program Hari Ibu dalam pelaksanaanya di beberapa kabupaten, dengan di kukuhkannya di Nikah massal ini kepada suami agar dapat membina keluarganya dengan baik karena saat ini keluarga adalah masalah utama di kehidupan bila keluarga kuat pasti Negara kuat, banyak terjadinya kekerasan dalam rumah tangga yang cukup tinggi sehingga dampaknya kepada anak-anak yang mengalami kekerasan fisik, kekerasan psikis, juga kekerasan seksual terhadapa ibu-ibu dan anak-anak, karena di tanah Papua terjadi kasus kekerasan dalam rumah tangga dan seksual adalah yang paling tertinggi itulah yang menyebabkan terjadinya kasus perceraian dan permasalahan sehingga itu sangat berdampak terhadap psikis/batin anak-anak, diharapkan nilai dari pernikahan sebuah hal yang sakral.

Posting Terkait