Sering Mati Lampu, PLN Rapat dengan DPRD dan Pemerintah Daerah Fakfak

Fakfak – Bertempat di Ruang Sidang DPRD Fakfak telah dilaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara PLN, DPRD dan Pemerintah Daerah Fakfak terkait keluhan masyarakat tentang pemadaman lampu PLN yang setiap hari terjadi, Kamis (09/11/2017).

RDP tersebut di Pimpin oleh Wakil Ketua DPRD Fakfak Sdr. Samaun Hegemur S.E., dan dihadiri oleh Ketua DPRD Fakfak Sdri. Siti Rahma Hegemur, Staf Ahli Pemda Fakfak Drs Suryanto, M.Si., Anggota DPRD dari Fraksi Golkar Sdr. Abdul Gani Ihsak Bauw, Fraksi PKB Sdr. Safi Yarkuran, Fràksi Gerindra Sdr. Edwar Budiman Go, Fraksi PDIP Sdri. Wihelmina Woy, Fraksi PBB Sdr. Abu Thalib Iribaram, Fraksi PAN Sdr. Klifor Ndandarmanan, Fraksi Hanura Sdri. Baguna Ugar, Fraksi Golkar Sdr Aris Patandung, Kepala PLN Ranting  Fakfak Sdr. Muhamad Puarada bersama Staf PLN Fakfak Sdr. M. Harsun dan A. Edison Waisir.

 

Adapun penyampaian-penyampaian dalam RDP adalah sebagai berikut :

  1. Penyampaian dari wakil Ketua DPRD Fakfak adalah kurang lebih dalam dua minggu ini sering kali terjadi pemadaman lampu yang banyak sekali di keluhkan oleh masyarakat Kabupaten Fakfak yang mana banyak sekali kerugian – kerugian yang diakibatkan oleh pemadaman lampu tersebut dan sebanarnya apa yang terjadi di dalam PLN sehingga sering kali terjadi pemadaman, tolong beri DPRD dan Pemerintah Daerah masukan sehingga kami bisa mengambil langkah.
  2. Pertanyaan dari Abu Thalib Iribaram adalah penyampaian kepala PLN pada bulan agustus bahwa tidak ada lagi pemadan namun kenapa kenyataan sekarang ini masih ada pemadaman lagi dengan alasan devisit air yang menurun tolong kasi penjelasan ?
  3. Pertanyaan dari Sdr. Safi Yarkuran adalah 2016 kemarau panjang di Fakfak ini kekurangan air tapi kenapa PLN Fakfak tidak bermasalah ? Pemadaman yang tidak beraturan bahkan hampir semua pemadaman dan banyak sekali kerugian terutama barang elekteonik yang rusak dan apa solusinya sehingga tidak ada lagi pemadaman mohon penjelasan?
  4. Pertanyaan dari Wihelmina Woy adalah adalah ketika pengguna listrik terlambat bayar maka tidak ada toleransi dari PLN dan dilakukan pemutusan, dan sekarang PLN sering melakukan pemadaman dengan alasan debit air menurun yang mengakibatkan banyak korban bahkan ada yang korban nyawa dan apakah ada maksud baik dari PLN terhadap kerugian tersebut ?
  5. Pertanyaan dari Baguna Ugar adalah pemadaman hampir satu bulan tapi kenapa tagihan listrik meningkat, Kenapa ada pengumuman di RRI ada pemadamam karena ada pergantian mesin tapi kenapa tidak ada perubahan tolong dijelaskan ?
  6. Pertanyaan dari Abdul Gani Ishak Bauw adalah menyangkut dengaan listrik sangat serius mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat namun kenapa di Fakfak tambah menurun.
  7. Pertanyaan dari Aris Patandung adalah janji PLN pada bulan agustus bahwa tidak ada pemadaman lagi di fakfak namun kenapa masih ada pemadaman lagi sementara penagihan melambung naik.
  8. Pernyataan dari Ketua DPRD Fakfak adalah saya akan berkoordinasi dengan Wakil Bupati Fakfak sebaiknya segera diganti kepemimpinan Mbiah Pohi karena kinerja sudah tidak bagus dan untuk kepala PLN sampai kapan pemadaman ini akan berakhir ?

 

Jawaban dari Kepala PLN adalah sebagai berikut :

 

  1. PLTD di kebun kapas terdiri dari beberapa pembangkit yaitu PLN sendiri, Mbiah Pohi dan Pt. Mitra Husada di tambah pembangkit listrik tenaga Mikro Hidro PLTMH sebanyak 1600Kw, dari Mitra husada sebanyak 2000 Kw, dari Mbiah Pohi sebanyak 800 Wk.
  2. 7200 kw dari pembangkit Listrik di Kebun Kapas dan akhir – akhir ini menurut, Semula daya menurun akibat debit air yang menurun mengakibatkan suplay mesin milik mbiah pohi menurun dari 800 kw turun menjadi 600kw, sedangka PT.Mitra Husada dari 1600 kw menurun menjadi 1200kw yang di akibatkan oleh debit air yang menurun.
  3. Saya sudah minta bantuan dari PLN Pusat dan diberi bantuan mesin baru yang berdaya 2 Mg sementara dilakukan pemasangan dan Pt. Mitra Husada dalam minggu ini sudah masuk sistem dengan kekuatan 2Mg bisa terlaksana.
  4. Dari PLN ada 6 unit mesin ditambah dengan mesin milik PT. Mitra Husada dengan kekuatan seluruhnya 3 Mg, jika beroprasi semua sistem listrik fakfak sudah tidak bergantung lagi dengan PLTMH yang di Kampung Werba.
  5. Rencanananya mesin PLN datang bulan Agustus namun dalam perjalanan mengalami kendala sehingga mesin baru tiba pada bulan November 2017
  6. Kerusakan elektornik yang diakibatkan oleh gangguan listrik maka PLN akan mengganti Rugi akibat dari pemadaman listrik
  7. 1600 kw dari Kampung Werba bisa suplay ke Fakfak namun sekarang ini PLTA Werba cuman bisa mensuplay hanya 800 kw, dan kita lagi menunggu Mesin yang mau masuk ke Fakfak sebanyak 2 unit yang di ambil dari Kaimana, Selama ini di rayon Fakfak belum ada penambahan Unit dari Pusat dan ditahun ini baru ada penambahan sebanyak 6 unit
  8. Pembayaran semakin tinggi padahal sering pemadaman itu kemungkinan sangat kecil terjadi karena Meteran yang sudah dipasang itu sudah masuk sistem dan tidak bisa ditipu lagi. Mungkin petugas yang mengecek meteran datangnya tidak setiap tanggal yang sama sehingga jika ada keterlambatan petugas mengecek meteran makan pastinya pembayaran meningkat.
  9. Pemadaman ada dua kategori yaitu pemadaman terencana contohnya ada gangguan mesin dan pemadaman tidak terencana contohnya gangguan alam yang kita tidak bisa pastikan dan ketika mesin dipaksakan untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat maka akan terjadi blek aut dan akan berakibat fatal bagi mesin kami sehingga dengan adanya penuruna debit air perlu kami lakukan pemadaman bergilir.
  10. Jawaban dari Pemerintah Daerah terkait mesin Mbah Pohi yang mengalami penurunan daya yang disampiakan oleh Sdr. Suryanto adalah pembangkit milik Mbah Pohi yang daya 800 kw turun menjadi 600 Kw dan sekarang sama sekali tidak bisa digunakan dan itu merupakan tanggung jawab mbah pohi untuk melaksanakan perbaikan.

 

Rapat ini bukan mencari kejelekan tapi kita cari solusi permasalan yang sudah kita dengar dan kami dari pemerintah Daerah akan mengambil kesimpulan.

  1. Pertemuan ini menjadi tanggung jawab semua antara PLN, DPRD dan Pemerintah Daerah.
  2. Kami akan membentuk Tim untuk bersama-sama ke PLN Pusat untuk membahas hal ini.
  3. Mesin milik Mbiah Pohi disarankan untuk dihibahkan ke PLN.
  4. Pemerintah Daerah akan membantu PLN untuk berkomunikasi dengan pihak PLN Pusat untuk percepat kedatangan dua mesin yang akan datang di Fakfak.

Posting Terkait