Darmabakti Terbaik Dalam Melaksanakan Tugas Kepada Bangsa Dan Negara

Sorong – Upacara Bendera Tujuh Belasan Sebagai Inspektur Upacara Komandan  Korem 171/PVT Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono M.A dihadiri oleh Para Kasi Korem 171/PVT, para Komandan Satuan dan Kabalak Aju jajaran Korem 171/PVT, serta Prajurit dan ASN TNI bertempat di lapangan Upacara Makorem 171/PVT, jl. Pramuka, No.1, Sorong-Papua Barat, Senin (19/02/18).

Dalam amanat KASAD yang di bacakan oleh Komandan  Korem 171/PVT Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono M.A, selaku Inspektur Upacara mengatakan bahwa Pelaksanaan Upacara Bendera Tujuh Belasan bulan Februari 2018. hendaknya dimaknai sebagai sebuah perwujudan penghormatan kepada pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa dan raganya sebagai Kusuma Bangsa, sekaligus sebagai sarana untuk memelihara bangunan nasionalisme yang ada pada diri kita masing-masing.

Program Kerja Tahun Anggaran 2018 telah dimulai dengan diselenggarakannya Rapim TNI-Polri yang dipimpin langsung oleh Presiden, dan dilanjutkan dengan Rapim TNI dan Rapim TNI AD pada awal bulan Februari 2018, sebagai wahana untuk menyampaikan pokok-pokok kebijakan pimpinan, mulai dari Presiden, Panglima TNI hingga Kepala Staf Angkatan Darat. Pokok-pokok kebijakan yang juga telah dijabarkan secara lebih teknis pada forum Rapat Kerja Teknis tiap-tiap bidang tersebut, hendaknya dijadikan pedoman dan segera diimplementasikan dalam pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran di seluruh satuan jajaran TNI Angkatan Darat.  Dalam pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran tahun ini, diminta agar kita semua memiliki kebulatan tekad, untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja, serta pengelolaan anggaran, agar dapat meraih kembali penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI wajib dipenuhi dalam mempertanggungjawabkan pelaksanaan program kerja dan anggaran kepada rakyat dan pemerintah secara transparan dan akuntabel.

Potensi kerawanan sosial ditengah-tengah masyarakat terasa semakin membesar. Beberapa waktu belakangan, kita membaca, mendengar dan melihat berita di media massa tentang terjadinya pemukulan dan penganiayaan terhadap kyai dan ulama di beberapa wilayah, serta penyerangan terhadap gereja di Yogyakarta. Sebagai personel TNI AD yang sekaligus insan intelijen kita tentu memiliki naluri untuk menilai bahwa rangkaian peristiwa itu tidak terjadi begitu saja secara kebetulan, melainkan terencana secara sistematis dan memiliki tujuan tertentu.  Oleh karenanya, sebagai alat Negara kita harus benar-benar cermat dalam mengamati dinamika sosial yang terjadi, bangkitkan kembali kemampuan deteksi dini, cegah dini, temu cepat dan lapor cepat terhadap gejala-gejala yang sedang terjadi. Selanjutnya bangun kerjasama yang sinergis dengan Kepolisian maupun aparat pemerintahan yang lain agar mampu mengantisipasi setiap potensi kerawanan yang mungkin timbul, serta melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan secara tepat.

Ditengah sangat pesatnya perkembangan teknologi informasi yang terjadi pada dekade terakhir ini, kehidupan sosial politik dan demokrasi juga semakin dipengaruhi oleh penggunaan perangkat teknologi yang sudah tidak bisa lagi dipisahkan dari kehidupan manusia. Seluruh prajurit dan PNS serta keluarga besar TNI AD agar lebih bijak menggunakan sosial media. Kita harus mampu mengambil bagian dalam upaya membangun ketahanan informasi dan mengikis kebiasaan penggunaan sosial media untuk menyebar berita negatif bermuatan SARA dan ujaran-ujaran kebencian yang mengancam persatuan dan kesatuan Bangsa.  Jangan sampai kita sebagai penjaga kedaulatan NKRI, justru menjadi bagian dari perkembangan negatif dunia informasi yang berpotensi menghancurkan persatuan dan kesatuan Bangsa.

Khusus terkait dengan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 ini, seluruh Kotama agar segera menindaklanjuti perintah KASAD pada awal tahun untuk membentuk tim pengawas netralitas TNI AD dengan memanfaatkan personil Intelijen masing-masing. Secara institusi Presiden dan Panglima TNI juga telah memerintahkan kepada Pangkotama agar melaporkan setiap perkembangan situasi, rencana penggelaran pasukan dan hasil pemetaan kerawanan konflik secara periodik maupun insidential.

Mungkin Anda Menyukai