Kasdim 1715/RA Menghadiri Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Pohon Nasional

Raja Ampat – Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Pohon Nasional tingkat Provinsi Papua Barat di Kabupaten Raja Ampat dilaksanakan di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC) Jl. Inda Arpan, Kel. Sapordanco, Distrik Waisai Kota, Kab. Raja Ampat Dipimpin oleh Bupati Raja Ampat  dan diikti ± 150 orang, Rabu (28/11/2018).

Acara tersebut dihadiri oleh Abdul Faris Umlati, SE (Bupati Raja Ampat), Manuel Pieter Urbinas,Spi, Msi (Wakil Bupati Raja Ampat), Dr. Yusuf Salim, Msi (Sekda Kab. Raja Ampat), AKBP Edi Setyanto Erning, Sik (Kapolres Raja Ampat), Drs. Yusdi N. Lamatenggo S.pi Msi (Kadispar), Dr. Yosef Handi Wijayanto (Kadis Kebersihan dan Pertamanan), Mayor Inf Yuli Agus Padang (Kasdim 1715/Raja Ampat), Kopmpol Anjar Purwoko SH.S.IK, H.Hanaping (Imam Masjid Raya), letda Inf Musa  (Wadanramil 01/ Waisai), Sertu Cristopher Suu (Wadanpos AL Raja Ampat), Yudi Abdulla (Pendeta), Alex R. Womsiwor S.Hut (Kepala CDK wil.XI Raja Ampat Panitia HMPI),Bpk Alex Womsiwor (Ketua Tim penanam pohon dan Bulan Menanam Nasional Tahun 2018) menyampaikan menyampaikan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menan Nasional 2018 Dengan Tema “DAS SEHAT, SEJAHTERAKAN RAKYAT” Jumlah tanaman yang kami sediakan sebanyak 800 bibit tanaman yang akan ditanam di Raja Ampat.

Pada kesempatan itu Wakil Bupati Raja Ampat membacakan Sambutan amanat Siti Nurbaya (Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, karena atas Hidayah dan lingkungannya kita diberi kesempatan untuk hadir di tempat ini guna mengikuti acara hari menanam pohon Indonesia tahun 2018. Menurunkan tingakat kehidupan masyarakat kerugian Ekonomi akibat kerusakan daerah aliran sungai mencapai 400 US Dollar pertahun dampaknya terhadap daya dukung sumber air pun cukup serius perbandingan laju pertumbuhan penduduk rata-rata 1,1% Pertahun dan laju kerusakan hutan dan lahan cenderung tinggi Telah mengarah kepada krisis air di masa mendatang

Kita ketahui bersama memasuki musim penghujan saat ini telah banyak pemberitaan mengenai bencana banjir dan longsor yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia peningkatan kejadian bencana jelas memberikan kerugian yang sangat besar dan menjadi Ancaman bagi kelangsungan pembangunan nasional saudara-saudara yang saya hormati menempatkan program menanam pohon sebagai unsur penting gerakan memulihkan daerah aliran sungai nasional pada dasarnya merupakan wujud konkrit tata kelola lingkungan yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam menjamin kelangsungan daya dukung sumber daya lahan tata kelola ini berdasarkan sebuah prinsip bahwa aktivitas manusia di alam ini merupakan kombinasi dua hal yaitu Bagaimana manusia hidup dan apa yang mereka lakukan dalam kehidupannya.

Untuk itu penanaman pohon dalam rangka pemulihan daerah aliran sungai dipandang berdaya guna dalam mendorong terbentuknya masyarakat yang tangguh baik dalam konteks menjamin untuk tetap hidup dengan dukungan sumber daya yang ada maupun sebagai bagian dari strategi beradaptasi terhadap Resiko yang berpeluang muncul saudara-saudara yang saya hormati pemulihan daerah aliran sungai dengan penataan ruang saat ini terus dilakukan dan dikembangkan untuk meminimalisir terjadinya disharmoni yang berdampak pada peningkatan intensitas kejadian bencana dan kerusakan lahan Besar. Harapan saya agar berbagai program pengolahan sumber daya alam di internalisasi ke dalam pengolahan data ruang daerah sehingga harmonisasi program dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan dampak dan manfaat bagi masyarakat demikian yang dapat saya sampaikan Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Mungkin Anda Menyukai