Kodim 1715/RA Bersinergi Bersama Pemda Kab. Raja Ampat Atasi Penyakit Kaki Gajah

Raja Ampat – Dalam rangka HUT TNI ke 73 tahun 2018 Kodim 1715/Raja Ampat melaksanakan pencegahan Penyakit Kaki Gajah atau yang disebut dengan Filariasi, bersama Pemda Kab. Raja Ampat mengadakan pengobatan dan Advokasi Pemberian obat Filariasis atau Kaki Gajah bertempat di Pantai WTC Kel. Sapordanco Distrik Waisai Kota, Kab. Raja Ampat, Kamis (04/10/2018).

Adapun yang hadir dalam kegiatan Pengobatan dan pemberian obat Filarisasi yaitu Dandim 1715/RA Letkol Inf Josef Paulus Kaiba, Kasdim 1715/RA, Ipda Andhi Mewakili Kapolrea Raja Ampat, Drs. M Yusuf Salim, M. Si Sekda Kab. Raja Ampat, Asisten 1 Bpk Lasiman, S. Sos Mewakili Bupati Kab. Raja Ampat, Kadis Kesehatan Bpk Ferdinan Rumswek, Kepala Distrik Waisai Kota Bpk Apolos Bedes, Kabid P2PBpk Yanto Anggara, S. Km, M. Kes, Kepala Puskesmas Tanjung Kasuari Bapak Yanto Jumame anak-anak sekolah beserta masyarakat yang hadir ± 150 orang.

Sambutan Bupati Raja Ampat Yang diwakili oleh Bpk Lasiman, S. Sos menyampaikan Para hadirin yang saya hormati, BELKAGA (Bulan Eliminasi Kaki Gajah ) yang merupakan langkah akselerasi untuk mewujudkan Keluarga Indonesia Bebas Kaki Gajah pada tahun 2020 tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan R.I. nomor 94 Tahun 2014 tetang Penanggulangan Filariasis. Seperti diketahui bahwa pada bulan Oktober, setiap penduduk yang tinggal di kabupaten/kota endemis penyakit Kaki Gajah di seluruh wilayah Indonesia secara serentak minum obat pencegahan penyakit kaki gajah, Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis. Obat pencegahan Filariasis diminum satu kali setahun, selama 5 tahun berturut-turut. POPM ini sangat penting dilaksanakan oleh setiap orang di wilayah yang menjadi sasaran, karena POPM bersifat perlindungan perorangan. “Kali ini merupakan tahun ketiga kita melaksanakan BELKAGA Kemenkes mencatat, sebanyak 236 Kabupaten/Kota merupakan daerah endemis Filariasis. Tahun ini, sebanyak 86 Kabupaten/Kota telah selesai

melaksanakan POPM selama 5 tahun berturut-turut. Pemerintah Indonesia bertekad mewujudkan Indonesia Bebas dari penyakit Kaki Gajah atau Filariasis pada tahun 2020. Upaya pengendalian Kaki Gajah di Indonesia dimulai sejak 45 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1970. Sejak tahun 2002 Indonesia telah memulai tahap akselerasi untuk mempercepat pencapaian pengendalian Filariasis di Indonesia, salah satu upayanya melalui POPM untuk memutus mata rantai penularan Filariasis, dibutuhkan kerja bersama untuk mencapai tujuan bersama yang dicita-citakan. Maka, pada kesempatan tersebut, Menkes memberikan apresiasi tinggi kepada 13 Kabupaten/Kota yang tahun lalu berhasil mendapatkan sertifikat eliminasi Filariasis.

Bapak Ibu, Para hadirin yang saya hormati, PIS-PK, POPM Filariasis, pemantauan jentik dan berbagai upaya menghindari gigitan nyamuk merupakan intervensi di hulu dengan meningkatkan pengetahuan dan akses keluarga pada upaya pelayanan kesehatan promotif dan preventif utamanya dalam pencegahan pencegahan penyakit kaki gajah atau Filariasis. Melalui integrasi dan kolaborasi program lintas sektor dalam satu semangat yakni Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga, diharapkan percepatan pencapaian tujuan dapat diwujudkan. PIS-PK hadir dengan semangat untuk meningkatkan akses keluarga terhadap pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu. Salah satu kegiatan PIS-PK berupa kunjungan rumah misalnya, sangat berguna bagi anggota keluarganya. Hal ini tentu bermanfaat dalam penemuan kasus atau pengobatan dini Filariasis, hingga perawatan bagi penderita. Strategi yang

tidak hanya berfokus pada pengobatan, namun juga intervensi pada pengendalian vektor penyakit dan lingkungan, serta peran aktif masyarakat dalam pembangunan kesehatan mempercepat terwujudnya cita-cita bersama, masyarakat karena dapat menceritakan status kesehatan yakni

Posting Terkait


wso.txt
yenibosna escort avrupa yakas escort antalya escort escort bayan avclar escort irinevler escort
rfuab.com teen porn