Kunjungan Pastoral Keuskupan Umat Katolik TNI – Polri

Manokwari – Pada Kamis, 27 Juni 2019 pukul 07.45 WIT Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau menerima kunjungan Pastoral Keuskupan umat Katolik TNI-Polri di ruang transit Pangdam XVIII/Kasuari yan terdiri dari Uskup Mgr. Ignatius Suharyo Pr, Romo Letkol (AU) Yos Bintoro Pr dan Pastor Lewi Ibori, Osa (Wakil Uskup Manokwari – Sorong).

Dalam sambutannya, Pangdam XVIII/Kasuari mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan perjumpaan dan sapaan Pastoral/kegembalaan antara Uskup dan Pastor Militer Indonesia, guna memperkuat iman dan mempererat tali silaturahmi umat beragama juga membantu yang terbaik di bidang kemasyarakatan, berbangsa dan bernegara.

Dalam kesempatan yang sama, Uskup Mgr. Ignatius Suharyo Pr menyampaikan bahwa kita sebagai umat Kristiani harus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk memantapkan rasa kebangsaan dan keutuhan wilayah NKRI.

Selanjutnya Uskup Mgr. Ignatius Suharyo Pr beserta rombongan melanjutkan kunjungannya ke Polda Papua dan disambut oleh Kapolda Papua Barat beserta stafnya.

Kemudian pada pukul 14.00 WIT dilaksanakan kegiatan ibadah Oikumene yang dipimpin oleh Uskup Mgr. Ignatius Suharyo Pr. di Gereja Santo Mikhael Jalan Trikora Arfai I Manokwari, yang didampingi oleh Romo Letkol (AU) Yos Bintoro, Pr., Pastor Lewi Ibori dan Osa (Wakil Uskup Manokwari – Sorong) dalam rangka meneguhkan dan memperkuat pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara serta dihadiri oleh Pangdam XVIII/Kasuari yang diwakili oleh Danrem 181/PVT Brigjen TNI Ignatius Yogo, Kabintaldam XVIII/Kasuari Kolonel Caj Rudy Herman Marentek dan seluruh umat Katolik di satuan jajaran Kodam XVIII/Kasuari dan Polda Papua Barat.

Uskup Mgr. Ign. Suharyo Pr mengajak umat Katolik dari TNI dan Polri mengawali dengan menyanyikan lagu pujian tanah air dan mengingatkan untuk menjaga, mengelola dan merawat keutuhan dari kemajemukan itu tidaklah semudah mengucapkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Konflik dan pertikaian tidak sekali muncul untuk menguji kualitas persatuan dan kesatuan dalam kemajemukan yang selama ini diyakini sebagai identitas bangsa. Situasi Kamtibmas sampai saat ini harus diakui selalu menjadi topik hangat untuk diperbincangkan di tengah situasi negara yang kurang kondusif saat ini. Indonesia membutuhkan institusi pertahanan dan keamanan yang bertujuan untuk menjaga bangsa ini dari rongrongan musuh yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan dan kedaulatan negara. Pilar utama dalam menjaga keamanan dan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah TNI dan Polri. Soliditas dan sinergisitas antara TNI-Polri dalam upaya merawat keharmonisannya adalah inti kekuatan NKRI. Dengan demikian, TNI dan Polri merupakan garda terdepan dan kekuatan yang akan mampu menata dan menjaga peradaban antara hubungan masyarakat dengan negaranya. Oleh karenanya, TNI dan Polri perlu dibekali dan dibina kehidupan kerohaniannya.

“Oleh karena itu, saya menitipkan rosario merah putih ini, ketika berdoa hendaknya juga mendoakan negara kita tercinta ini dan menyerahkannya kepada Maria, Bunda Segala Suku” kotbah Uskup Mgr. Ign. Suharyo Pr

Sementara Pastor Lewi Ibori, Osa Pr Wakil Keuskupan Agung Manokwari – Sorong, menyatakan bahwa dirinya sangat berharap bahwa dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, TNI dan Polri harus mengingat sumpahnya, sumpah setia kepada bangsa dan NKRI, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, dirinya sangat berbahagia dengan kunjungan Pastoral Mgr. Ignatius Suharyo Pr sebagai Uskup TNI – Polri dan dirinya sepakat bahwa harus ada hubungan yang erat dalam membentuk sinergitas antara TNI dan Polri dalam melaksanakan tugas mengawal dan menjaga NKRI yang majemuk ini.

Kunjungan Pastoral Mgr. Ignatius Suharyo Pr kepada umat Katolik se-Garnizun Manokwari ini berlangsung hikmat dan dihadiri oleh pimpinan TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Polri setempat.

Mungkin Anda Menyukai