Latihan Terpadu Penanggulangan Bencana Alam Kodam XVIII/Kasuari

Manokwari – bertempat di Makodam XVIII/Kasuari dilaksanakan Latihan Terpadu Penanggulangan Bencana Alam Kodam XVIII/Kasuari yang diawasi dan dievaluasi oleh Tim Wasev Mabes TNI yaitu Letkol Laut (P)  Cahyo Hendro Guritno dan diikuti oleh 1.000 orang gabungan pelaku  latihan penanggulangan bencana alam, Kamis (22/11/2018).

Kodam XVIII/Kasuari selaku Satuan Komando Kewilayahan yang ada di Provinsi Papua Barat mempunyai tugas dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dimana salah satunya adalah memberikan bantuan kepada Pemerintah Daerah dalam penanggulangan bencana alam. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan dan keterampilan prajurit jajaran Kodam XVIII/Kasuari dalam bidang penanggulangan bencana alam yang memadahi. Latihan penanggulangan bencana alam Kodam XVIII/Kasuari TA 2018 ini adalah salah satu program latihan yang diselenggarakan dengan tujuan melatih prosedur dan mekanisme kerja yang berlaku agar memiliki keterampilan dan pengetahuan untuk merencanakan, menyiapkan, melaksanakan dan menyelesaikan tugas yang diemban tepat waktu dan tepat sasarannya serta sebagai upaya meningkatkan kesiapan satuan dalam menghadapi setiap perkembangan situasi dan tugas yang diberikan pimpinan.

Mengingat kondisi geografis wilayah Papua Barat, secara khusus di wilayah Manokwari yang terletak di atas pertemuan lempengan Tektonik Pasifik dan lempengan Tektonik lokal, maka sangat memungkinkan terjadinya kerawanan bencana alam, baik berupa gempa bumi yang berpotensi Tsunami maupun mengakibatkan tanah longsor yang sering namun sulit diprediksi. Dalam latihan kali ini, disimulasikan bahwa di Kota Manokwari terdapat 2 lokasi yang terkena dampak bencana alam gempa bumi yaitu di daerah Arfai dan SMK 1 Manokwari.

Di daerah Arfai terjadi bencana gempa yang mengakibatkan bangunan rubuh dan jatuh beberapa korban meninggal dunia serta beberapa masyarakat yang cidera tertimpa bangunan dan terjebak diantara reruntuhan bangunan. Dengan sigap  para anggota Satgas penanggulangan bencana alam yang terbentuk dan telah mendapatkan bekal latihan yang diadakan di Kodam XVIII/Kasuari mulai tanggal 07 s.d. 21 November 2018 berhasil membantu masyarakat yang tertimpa bencana tersebut. Setelah semua korban dapat ditemukan dan diselamatkan oleh Satgas Evakuasi, langsung mendapat pertolongan pertama oleh pihak Medis, kemudian dibawa menuju ke kampung Susweni sebagai tempat yang di sediakan untuk pengungsian para korban bencana alam yang kemudian mendapatkan bantuan oleh para medis yang lebih baik.

Di daerah SMK 1 Manokwari, disimulasikan dengan terjadinya gempa bumi di daerah tersebut, kemudian Satgas gabungan bertindak mengevakuasi siswa siswi yang ada di sekolahan tersebut dengan sigap menuju ke tempat yang lebih aman kemudian dibawa ke pengungsian di Kampung Susweni.

Latihan penanggulangan bencana alam terpadu ini, dilaksanakan oleh TNI, Polri, Pemda Prov. Papua Barat, Basarnas, FKPPI, Tagana, PMI dan beberapa instansi di jajaran Prov. Papua Barat, serta beberapa siswa-siswi sekolah di wilayah Manokwari Prov. Papua Barat, diharapkan akan semakin memantapkan profesionalisme, meningkatkan koordinasi dan memperkokoh sinergitas antara TNI, Polri, Pemda dan instansi lainnnya.

Mungkin Anda Menyukai