Melestarikan Pencak Silat di Kalangan Remaja

Dalam rangka membina bibit atlet Pencak Silat Nasional dan melindungi generasi muda dari kenakalan dan hal negatif lainnya, aparat Teritorial yang memiliki keahlian bela diri diwajibkan memberikan pelatihan kepada masyarakat binaannya. Demikian disampaikan Kapendam XVIII/Kasuari Kolonel Inf Andi Gus Wulandri, S.I.P dalam rillisnya, Manokwari, Kamis (14/02/2019).

Diungkapkan juga oleh Kapendam bahwa kegiatan pelatihan bela diri tradisional Pencak Silat yang diberikan oleh Babinsa Serda Wayan Arse secara rutin dilaksanakan 2 kali dalam seminggu, yaitu hari Selasa dan Jumat itu diikuti oleh 30 orang dari berbagai sekolah, bertempat di halaman depan Koramil 1802-10/Ayamaru Kab. Sorong.

“Semangat dan antusias dalam mengikuti pelatihan bela diri tradisional Pencak Silat oleh para remaja di Kampung Mare bisa di acungkan Jempol“ ungkap Andi Gus.

“Keseriusan dalam menerima materi yang di ajarkan Serda Wayan Arse dalam mengikuti latihan Pencak Silat menandakan bahwa keberadaan TNI AD sangat dibutuhkan, dicintai dan didambakan masyarakat” tambah Kapendam.

Dandim 1802/Sorong Letkol Inf Andar Dodianto Panggabean, S.I.P juga mengutarakan bahwa yang dilakukan Babinsanya merupakan tindak lanjut permintaan warga sekitar agar Putra-Putrinya diberikan pelatihan Bela diri guna mencegah maraknya kenakalan remaja saat ini. “Hal itu positif, selain membina kemampuan calon atlet Daerah dan Nasional, para remaja yang mengikuti olah raga bela diri Pencak Silat akan menempa mental dan fisiknya sehingga kedepan bisa menjadi remaja Indonesia yang tangguh dan kuat” tandas  lulusan Akmil 1999 itu.

Selain itu, Wayan Arse menyampaikan bahwa seluruh remaja yang mengikuti kegiatan bela diri Pencak Silat tidak dipungut biaya sepeserpun. “Gratis siapapun boleh ikut latihan Pencak Silat“ tegasnya. Sementara Danramil 1802-10/Sorong Mayor Inf Andreas Pilo menambahkan bahwa kegiatan latihan Pencak Silat ini untuk melestarikan budaya asli bangsa Indonesia.

Mungkin Anda Menyukai