Membatik Merekatkan Kebhinekaan Nusantara

Manokwari – Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Dharma Pertiwi Pusat  menggelar acara Membatik Massal yang di selenggarakan serentak  di seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut di wilayah Manokwari, Dharma Pertiwi Daerah P menyelenggarakan kegiatan Membatik di aula Dharma Pertiwi Daerah P Kodam XVIII/Kasuari, Selasa (02/10/2018).

Kegiatan membatik masal yang di selenggarakan oleh Dharma Pertiwi Daerah P diikuti peserta sebanyak 50 orang gabungan Persit dan Jalasenastri dan dipimpin langsung oleh Ketua Dharma Pertiwi Daerah P, Ny. Istriyani Wayangkau. Dalam sambutan Ketua Dharma Pertiwi Daerah P, bahwa “Hari Batik Nasional adalah hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati di tetapkannya batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi pada tanggal 2 Oktober. Pada tanggal tersebut, beragam lapisan masyarakat dari pejabat BUMN hingga pelajar disarankan untuk mengenakan pakaian batik.

Mengenang sejarah batik sempat hampir saja ditinggalkan oleh masyarakat, termasuk generasi muda. Hingga akhirnya batik hampir saja diklaim oleh negara Malaysia. Saat itulah masyarakat Indonesia menjadi sadar, bahwa batik adalah warisan leluhur yang harus dilestarikan. Menghadapi persoalan itu pemerintah Indonesia tak tinggal diam, pada tahun 2008 pemerintah Indonesia mendaftarkan batik ke dalam jajaran daftar warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan Nonbendawi UNESCO. Setelah diterima resmi pada 9 Januari 2009, beberapa bulan kemudian tepatnya pada 2 Oktober 2009, UNESCO mengukuhkan batik Indonesia dalam daftar warisan kemanusiaan. Batik berhasil diakui dunia internasional sebagai warisan budaya asli Indonesia di bawah pemerintahan Presiden RI ke 6 Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

Kegiatan Membatik Massal juga sebagai bentuk perhatian Dharma Pertiwi dan upaya melestarikan batik Indonesia.

Posting Terkait


c99
yenibosna escort avrupa yakas escort antalya escort escort bayan avclar escort irinevler escort