Musyawarah Ganti Rugi Lahan Pembangunan Rumkit TK II dan YONIF 761/KA Kodam XVIII/KASUARI

Manokwari – Bertempat di aula kantor Distrik Warmare telah dilaksanakan musyawarah ganti rugi lahan pembangunan Rumkit Tentara Tk II dan Yonif 761/KA Kodam XVIII/Kasuari antara Pemprov Papua Barat, Kodam XVIII/Kasuari dan pemegang hak ulayat, Kamis (04/04/19).

Pada kegiatan tersebut turut hadir Kasdam XVIII/Kasuari Brigjen TNI H.Dedi Sambowo mewakili Pangdam, para Asisten dan Kabalakdam XVIII/Ksr serta dari pihak Pemprov Papua Barat turut hadir Gubernur PB Drs Dominggus Mandacan dan beberapa pejabat terkait serta disaksikan oleh masyarakat sekitar 60 orang yang tinggal di kampung Guentuy dan kampung Duwin, Distrik Warmare Kab. Manokwari.

Musyawarah untuk memecahkan masalah penentuan harga ganti rugi tanah yang akan dibangun Rumkit Tentara Tk II di atas tanah seluas 60 Ha dan Yonif 761/KA di atas tanah seluas 10 Ha. Musyawarah itu berjalan dengan penuh rasa kekeluargaan dan damai sehingga tidak memakan waktu lama dapat disepakati harga tanah Rp 130.000;/m2 yang dituangkan dalam sebuah Berita Acara dan ditandatangani oleh semua pihak yang terkait.

Dalam sambutan Gubernur Papua Barat menyatakan bahwa harga tanah tersebut sudah disesuaikan dengan kemampuan anggaran Pemprov Papua Barat namun juga tidak merugikan pemilik hak ulayat dan akan dibayar secara bertahap serta pencairannya tetap melalui prosedur yang berlaku.

Selanjutnya Kasdam XVIII/Kasuari memberi sambutan bahwa Pangdam XVIII/Kasuari mengucapkan terima kasih atas keikhlasan dan dukungan masyarakat terhadap rencana pembangunan Rumkit Tentara Tk II dan Yonif 761/KA di Warmare.

Mungkin Anda Menyukai