Tradisi Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Kabupaten Kaimana

Kaimana – Bertempat di Gedung Pertemuan kota Jln. Lettu Idrus Kab. Kaimana telah diselenggarakan Upacara Pengukuhan Paskibra Kab. Kaimana dalam rangka Memperingati HUT kemerdekaan RI ke 72 tahun 2017, Selaku pembina upacara Drs.Mathias Mairuma ( Bupati Kab.kaimana ) dan pempimpin upacara Kapten inf Ignatius Sriadi ( Pasipers Dim 1713/Kmn ).

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Muspida dan Pimpinan SKPD Kab. Kaimana diantaranya, Mathias Mairuma (Bupati Kab.Kaimana), Ismail Sirfefa Sos (Wakil Bupati Kaimana), AKBP Adam Erwindi S.Ik. (Kapolres Kaimana), Kapten inf Ignatius Sriadi (Pasipers Dim 1713/Kmn), Lettu inf Setiyono (Pasiops Dim 1713/Kmn), Muspida, Pimpinan SKPD, Perwira TNI dan Polri, Persit Kartika Chandra Kirana dan Persatuan Bhayangkari, serta Orang tua dari anggota Paskibra TA 2017.

Dalam amanatnya Bupati Kaimana menyampaikan Ucapan terimakasih kepada Forkominda, Pejabat (Pemda, Perbankan, Veritikal), Masyarakat (tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, perwakilan perempuan), Perwakilan masyarakat, para orang tua dari anggota Paskibra tahun 2017, serta semua hadirin yang berbahagia.

Landasan pancasila yang fundamental tersebut menjadi pergumulan kita ketika kita sekalian hadir untuk memperingati Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72.

Belum lagi persoalan2 klasik yang kita hadapi yang terjadi di lingkung kehidupan kita, mungkin saja yang dibuat oleh kita masing-masing yang bisa saja tidak kita sadari seperti belum profesional kita dalam bekerja termasuk juga pada oleh stekholders yang lain, belum fokus dan terukur belum kompak dan punya visi membangun yang sama dan satu.

Hal-hal yang hanya sepele tersebut turut memberi sumbangan pada dua persoalan tadi dan menjadi sulit untuk diselesaikan minimal dapat segera dikurangi.

Setidaknya dengan memperdengarkan Detik-detik Proklamasi besok akan membakar semangat kita sekalian untuk tidak harus menjadi pejuang dulu baru kita berjuang untuk Memerdekakan Bangsa Indonesia karena situasi tahun 45-an sudah berlalu dan kita diperhadapkan dengan tantangan global yang haruskan kita memenangkan kompetisi global bersamaan dengan pecahkan persoalan kemiskinan dan ketimpangan yang ada didepan mata kita masing2.

Kalau mau memenangkan pertarungan dalam Kompetisi Global dibutuhkan pengorbanan jiwa dan raga dari kita masing-masing seperti yang telah diperlihatkan oleh Para Pejuang kita, bekerja tanpa pamrih, bekerja tulus dan tidak untuk mendapatkan penilaian orang melainkan hanya untuk tanah dan tumpah darah Bangsa dan Negara Indonesia.

Ketimpangan yang ada tidak boleh lagi dijadikan materi utama untuk dipersoalkan sebab Negara kita ini ada sebagai akibat dari perbedaan kita.

Tetap menjaga Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indnesia, kalau kita bandingkan dengan Negara dan bangsa lain, maka kita yang hidup di Indonesia seharusnya wajib ersyukur, karena kalauu melihat persoalan-persoalan yang dihadapi Negara lain yang sementara kita disinĂ­ bentuk peperangannya hanya pada soal kemskinan dan ketimpangan tadi, pertanyaan besar dan sangat sederhana adalah bahwa kapan kita mau memulainya.

Mungkin Anda Menyukai